Sidang Narkotika Kombes Pol Agus Fajar Sutrisno: Pembacaan Pledoi dan Permohonan Keringanan Hukuman

Sidang Narkotika Kombes Pol Agus Fajar Sutrisno: Pembacaan Pledoi dan Permohonan Keringanan Hukuman

Sidang online Mantan Kabid TIK Polda Kepri Kombes Pol Agus Fajar Sutrisno.

Batam, Batamnews - Sidang lanjutan kasus narkotika yang menjerat mantan Kabid TIK Polda Kepri, Kombes Pol Agus Fajar Sutrisno, akhirnya mencapai tahap pembacaan nota pembelaan (pledoi) setelah dua kali penundaan di Pengadilan Negeri (PN) Batam pada Rabu, 15 Mei 2024.

Sidang digelar secara online di ruang sidang Kusumah Atmadja dan dibuka dengan pembacaan pledoi oleh penasehat hukum terdakwa, Elisuita.

Dalam pledoinya, Elisuita menyampaikan bahwa terdakwa telah menyesali perbuatannya dan berjanji tidak akan mengulanginya. 

Terdakwa memohon pertimbangan majelis hakim untuk memberikan hukuman seringan-ringannya atau merehabilitasi dirinya guna menghilangkan ketergantungan pada narkotika.

Terdakwa juga mengaku bahwa alasan dia mengonsumsi narkotika adalah untuk meningkatkan stamina dalam kegiatan olahraga, mengingat posisinya sebagai pelatih tenis meja Polda Kepri yang telah berhasil membawa Polda Kepri meraih juara di kejuaraan tenis meja yang diadakan oleh instansi Kepolisian.

Baca juga: Majelis Hakim PN Batam Tunda Sidang Pledoi Mantan Kabid TIK Polda Kepri Terkait Kasus Narkoba

Selanjutnya, terdakwa meminta majelis hakim untuk menolak tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menuntutnya dengan hukuman penjara 2 tahun 6 bulan, karena dia mengonsumsi narkotika hanya untuk penggunaan pribadi dan tidak terlibat dalam peredaran narkotika.

Terdakwa juga memohon pertimbangan majelis hakim bahwa dirinya merupakan tulang punggung keluarga, baik untuk keluarga besar sendiri maupun keluarga besar istrinya, yang banyak bergantung pada dirinya.

Terdakwa juga menyampaikan bahwa selama menjalani rehabilitasi di Rumah Sakit Balai Besar Rehabilitasi Lido, Kota Bogor, Jawa Barat, dia telah mengikuti program-program pemulihan, termasuk pengobatan rohani dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dia optimis bahwa dengan rahmat Allah SWT, dirinya bisa bebas dari ketergantungan narkotika.

Sebagai tambahan, terdakwa mengaku bahwa sejak terjerat kasus narkotika, dia telah merasakan sanksi sosial dari orang-orang terdekatnya yang menjauhi dirinya. 

Hal ini menjadi evaluasi bagi dirinya untuk berubah dan menjalani hidup lebih baik jika majelis hakim memberikan putusan yang seringan-ringannya.

Terdakwa juga memohon agar keluarganya, yang hingga kini belum mengetahui kasus ini, tidak harus menanggung beban psikologis jika dia dipenjara. Dia meminta pertimbangan majelis hakim demi anak-anaknya yang masih sekolah, serta orang tuanya dan mertuanya.

Setelah pembacaan nota pembelaan selesai, Ketua majelis hakim, Bambang Trikoro, menanyakan kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU), Arif Darmawan Wiratama, mengenai tanggapannya terhadap pledoi terdakwa.

Baca juga: Sidang Online, Mantan Kabid TIK Polda Kepri Kombes Agus Fajar Sutrisno Dituntut 2,5 Tahun Penjara dalam Kasus Narkoba

"Apakah ada tanggapan dari penuntut umum terhadap pledoi terdakwa?" tanya Bambang.

Arif menjawab, "Tetap pada tuntutan yang mulia."

Kemudian, hakim bertanya kepada penasehat hukum terdakwa, "Penasehat hukum tetap pada pembelaan terdakwa?"

Elisuita menjawab, "Tetap pada pembelaan yang mulia."

Bambang Trikoro menyatakan bahwa majelis hakim perlu bermusyawarah terlebih dahulu selama satu minggu sebelum memberikan putusan. 

"Sidang ditunda pada Rabu, 22 Mei 2024, dengan agenda pembacaan putusan. Sidang dinyatakan selesai untuk umum," ujar Bambang sambil mengetuk palu menutup sidang. (CR 2)


Komentar Via Facebook :
close

Aplikasi Android Batamnews