Usai Ketapel Mata Guru, Orangtua Siswa Malah Buat Laporan Polisi
Zaharman, guru SMK di Rejang Lebong Bengkulu (Foto: Ist)
Rejang Lebong, Batamnews - Seorang guru SMA Negeri 7 Rejang Lebong, Zaharman (58), menjadi korban penganiayaan oleh orang tua siswa. Zaharman dianiaya hingga mengalami luka serius di wajah dan harus dirawat di Rumah Sakit AR Bunda, Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan.
Setelah aksi penganiayaan tersebut, justru orang tua siswa tersebut melaporkan Zaharman ke pihak kepolisian. Kapolres Rejang Lebong, AKBP Juda Trisno Tampubolon, menjelaskan bahwa pihaknya telah meminta keterangan dari siswa yang bersangkutan, berinisial PD (16).
Menurut keterangan PD, ia tidak merokok di kantin sekolah seperti yang dituduhkan oleh Zaharman, melainkan temannya. Akan tetapi, ketika Zaharman datang dan memarahi temannya yang merokok, PD mencoba berlari dan mengaku ditendang oleh guru hingga mengenai wajahnya.
Kasus ini masih dalam penyelidikan mengingat adanya versi berbeda dari keterangan korban dan pelaku. Meskipun begitu, AKBP Juda Trisno Tampubolon menegaskan bahwa aksi kekerasan dalam bentuk apapun tidak dibenarkan dan telah memerintahkan jajarannya untuk mencari keberadaan orang tua siswa yang menjadi pelaku penganiayaan.
Baca juga: YouTuber Batam Bongkar Sindikat Peminta Sumbangan Palsu, Penghasilan Capai Rp1,7 Juta Per Hari
Menanggapi insiden tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Bengkulu, Saidirman, mengatakan bahwa pihaknya akan memberikan pendampingan kepada Zaharman. Selain itu, aktivitas belajar mengajar di sekolah tersebut sementara dihentikan.
Saidirman menjelaskan, "Trauma akibat kejadian ini bukan hanya dialami oleh guru yang menjadi korban tetapi juga guru-guru lainnya yang ada di sekolah itu. Kita sudah menyiapkan beberapa langkah untuk membantu mengatasi trauma korban dan para guru tersebut."
Sementara itu, Ketua PGRI Provinsi Bengkulu, Haryadi, yang ikut membesuk korban menyampaikan duka atas kejadian yang dialami Zaharman yang membuat mata bagian sebelah kanannya menjadi cacat permanen.
Baca juga: Sesosok Jenazah Wanita Paruh Baya Ditemukan Mengapung di Perairan Jembatan I Barelang
Haryadi juga telah berkoordinasi dengan Kapolda Bengkulu dan meminta pihak kepolisian dapat mengusut kasus ini hingga tuntas serta menangkap pelakunya.
Dia berharap kejadian serupa tidak terjadi lagi dan meminta perlindungan bagi para guru yang dengan tulus mengabdi untuk kualitas hidup masyarakat.
Sejauh ini, belum ada laporan lanjutan tentang perkembangan kasus penganiayaan ini. Situasi ini tentu menjadi perhatian bagi semua pihak, terutama dalam upaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan kondusif bagi para guru dan siswa.
Komentar Via Facebook :