Puluhan WNI Deportasi dari Malaysia Terlantar di Batam, BP2MI Kepri: Sebagian sudah Dijemput Keluarga

Puluhan WNI Deportasi dari Malaysia Terlantar di Batam, BP2MI Kepri: Sebagian sudah Dijemput Keluarga

Para WNI yang baru saja dideportasi dari Malaysia via Batam mengaku tak punya apa-apa. (Foto: Arjuna/Batamnews)

Batam, Batamnews - Sebanyak 36 Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang dideportasi dari Malaysia dan kini berada di Batam, Kepulauan Riau akhirnya bisa bertemu dengan keluarga.

Puluhan WNI ini sempat mendatangi Kantor DPRD Batam pada Jumat (16/9/2022) lalu. Mereka mengadukan nasib yang tidak punya tempat tinggal, setelah dideportasi dari Malaysia. 

Kepala Seksi (Kasi) Perlindungan dan Pemberdayaan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Tanjungpinang, Darman M Sagala mengatakan seluruh PMI tersebut telah ditempatkan di shelter BPMI. Dari jumlah tersebut, 17 orang di antaranya telah dijemput oleh pihak keluarga. 

"Ada 17 orang pada waktu itu akan dibawa ke shelter, tapi tiga orang yang kemarin sempat ke DPRD langsung pulang karena sudah dijemput keluarga. Jadi 14 orang yang kami fasilitasi," ujarnya, Senin (19/9/2022). 

Baca: Tak Ingin Telantar di Batam, Puluhan WNI Deportan dari Malaysia Minta Bantuan DPRD

Sementara itu, 11 orang PMI masih menunggu untuk dijemput pihak keluarga. Mereka masih berada di shelter BP2MI Batam. 

"Kemarin sudah pulang ke daerah asal 1 orang dan 2 orang dijemput keluarga. Saat ini tinggal 11 orang di shelter BP2MI," katanya.

Darman menyampaikan, belasan WNI tersebut memang dideportasi oleh pihak Imigrasi Malaysia. Namun sebelum dideportasi, para PMI ini merupakan tahanan Depot Imigrasi Ajil di Trengganu, Malaysia,

"Jadi setelah dapat informasi pada Jumat kemarin melakukan pengecekan dan hanya mendapati 17 orang saja, itu pun yang datang ke DPRD Kota Batam," kata dia.

Baca: Dua Nelayan Natuna Ditahan di Malaysia, Ini yang Dilakukan Bupati Siswandi

DPRD Batam didatangi puluhan WNI yang dideportasi Pemerintah Malaysia ke Batam. Mereka baru saja dideportasi Jumat (16/9/2022) pagi.

Masalah muncul karena para warga ini tak punya tempat tinggal dan biaya setelah dikembalikan ke Indonesia via Kota Batam.

Puluhan WNI itu ialah pekerja yang mengadu nasib ke Negeri Jiran. Mereka berasal dari Aceh, Medan hingga Madura. Beberapa diantaranya bahkan ada yang sudah hampir 10 tahun berada di Malaysia.

(ret)