BP Batam Berikan Pin Emas ke 97 Pegawai sebagai Apresiasi
Tampak depan Badan Pengusahaan (BP) Batam.
Batam, Batamnews - Badan Pengusahaan (BP) Batam mengalokasikan anggaran Rp2,7 miliar untuk membeli pin emas bagi 97 pegawainya di tahun 2026.
Pin emas itu diberikan sebagai bentuk apresiasi atas masa pengabdian, loyalitas, dan dedikasi pegawai.
Berdasarkan data dari sistem Inaproc, proses tender pengadaan pin emas telah selesai pada 27 April 2026 melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE). Pemenang tender adalah CV Marvindo Sukses Pratama.
Baca juga: Dituding Reklamasi Ilegal di Barelang, PT KBM Bantah Keras dan Klaim Kantongi Semua Izin
Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, mengatakan pemberian penghargaan ini sejalan dengan semangat Satyalancana Karya Satya. Yaitu tanda kehormatan dari Pemerintah Republik Indonesia bagi aparatur negara.
"Satyalancana Karya Satya merupakan penghargaan atas pengabdian pegawai yang bekerja penuh dedikasi dan tanggung jawab, dengan menunjukkan kesetiaan, kecakapan, kejujuran, dan kedisiplinan," jelas Ariastuty.
Dalam ketentuan nasional, Satyalancana Karya Satya untuk PNS dibagi tiga kategori: medali perunggu untuk masa kerja 10 tahun, medali perak untuk 20 tahun, dan medali emas untuk 30 tahun.
Namun BP Batam memiliki kebijakan sendiri berupa lencana pin emas murni. Penghitungannya berdasarkan masa kerja sejak diangkat menjadi pegawai tetap.
Rinciannya: masa kerja 8 tahun mendapat pin emas 5 gram, 16 tahun mendapat 8 gram, 24 tahun mendapat 10 gram, dan 32 tahun mendapat 12 gram sebagai kategori tertinggi.
Ariastuty menambahkan, penyerahan pin emas akan menjadi agenda utama dalam peringatan Hari Ulang Tahun BP Batam tahun 2026.
Baca juga: Viral di Medsos, Penjualan Daging Babi di Dapur 12 Jadi Sorotan Warga
"Tahun ini ada sebanyak 97 pegawai BP Batam yang berhak menerima pin emas penghargaan masa kerja tersebut," tutup Ariastuty.
Langkah ini diharapkan memotivasi kinerja pegawai. Namun di sisi lain, nilai anggaran miliaran rupiah ini menyedot perhatian publik, terlebih di tengah upaya efisiensi birokrasi pemerintahan.

Komentar Via Facebook :