Loket Kosong dan Jadwal Tak Jelas, Pelayanan DAMRI di Bandara Hang Nadim Dikeluhkan Penumpang
Loket DAMRI di Bandara Hang Nadim Batam kosong.
Batam, Batamnews – Pelayanan transportasi umum di Bandara Internasional Hang Nadim Batam kembali menjadi sorotan. Kali ini, sejumlah calon penumpang mengeluhkan operasional bus DAMRI yang dinilai tidak memberikan kepastian layanan, mulai dari ketiadaan petugas hingga jadwal keberangkatan yang dianggap tidak jelas.
Keluhan tersebut mencuat setelah sebuah video yang direkam warga bernama Danan Wahyu beredar luas di media sosial. Dalam rekaman itu terlihat area kedatangan Bandara Hang Nadim yang relatif lengang. Namun perhatian tertuju pada Posko Siaga dan Loket Penjualan Tiket DAMRI yang tampak kosong tanpa petugas yang berjaga.
Kondisi tersebut menimbulkan tanda tanya bagi para penumpang yang hendak menggunakan layanan transportasi publik menuju berbagai wilayah di Kota Batam.
Danan Wahyu mengaku kecewa dengan pengelolaan layanan bus DAMRI yang menurutnya belum memberikan pelayanan maksimal bagi masyarakat maupun wisatawan yang baru tiba di Batam.
"Nggak pernah serius mengurus transportasi bandara murah dan terjangkau," ujarnya.
Kekecewaan serupa juga tergambar dalam keterangan yang disematkan pada video tersebut. Menurutnya, ketidakjelasan jadwal keberangkatan membuat penumpang kesulitan mendapatkan kepastian transportasi setelah mendarat di bandara.
"Jadwal Damri Bandara Hang Nadim Batam hanya Tuhan yang tahu karena jam keberangkatan tidak pernah jelas dan pasti. Petugasnya pun entah dimana?" tulisnya.
Ketiadaan petugas di loket serta minimnya informasi keberangkatan dinilai sangat menyulitkan masyarakat yang mengandalkan bus DAMRI sebagai moda transportasi dengan tarif terjangkau dari bandara menuju pusat kota maupun kawasan permukiman.
Masyarakat berharap Perum DAMRI maupun otoritas Bandara Hang Nadim segera melakukan evaluasi terhadap sistem operasional yang berjalan saat ini. Kejelasan jadwal, informasi layanan yang mudah diakses, serta kehadiran petugas di lokasi dinilai menjadi kebutuhan dasar yang harus dipenuhi untuk memberikan pelayanan yang baik kepada penumpang.
Di tengah keluhan terhadap layanan DAMRI, Pemerintah Kota Batam baru-baru ini melakukan penguatan transportasi publik melalui penambahan armada Trans Batam.
Sebanyak 19 armada baru Trans Batam resmi diluncurkan di Dataran Engku Putri pada 26 Mei 2026 melalui skema pay the service, yaitu kerja sama pemerintah dengan operator swasta dalam penyediaan armada dan layanan transportasi publik.
Saat ini, jaringan Trans Batam telah terhubung dengan sejumlah simpul transportasi, termasuk Pelabuhan Sekupang. Penumpang kapal domestik yang tiba di pelabuhan dapat melanjutkan perjalanan menggunakan layanan bus kota tersebut.
Pemerintah Kota Batam juga terus memperluas jangkauan layanan dengan menyasar wisatawan internasional dan pengguna jasa transportasi udara. Mulai 1 Juni 2026, Trans Batam dijadwalkan mulai melayani rute menuju Bandara Hang Nadim yang sebelumnya hanya dioperasikan oleh bus DAMRI.
Selain penambahan armada, sistem pembayaran juga mulai bertransformasi ke layanan digital. Pemerintah Kota Batam bekerja sama dengan Bank Indonesia untuk menerapkan sistem pembayaran non-tunai menggunakan QRIS, sehingga memudahkan masyarakat dalam menggunakan transportasi publik.
Dengan hadirnya layanan baru tersebut, masyarakat berharap kualitas transportasi umum di Batam semakin baik, termasuk peningkatan pelayanan di Bandara Hang Nadim yang merupakan gerbang utama masuknya wisatawan dan pelaku usaha ke Kota Batam.

Komentar Via Facebook :