Suami dan Menantu Ditangkap Polisi Maritim Malaysia, Yusnarti: Pak Jokowi, Tolong Bebaskan Suami dan Anak Saya!

Suami dan Menantu Ditangkap Polisi Maritim Malaysia, Yusnarti: Pak Jokowi, Tolong Bebaskan Suami dan Anak Saya!

Yusnarti bersama anaknya meminta bantuan Jokowi agar bisa membantu membebaskan suami dan menantunya yang ditahan Polis Maritim Malaysia. (Foto: Yanto/Batamnews)

Natuna, Batamnews - Pihak keluarga nelayan asal Natuna yang tertangkap karena mencari ikan hingga ke Laut Malaysia meminta pertolongan langsung kepada Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, untuk segera bisa memulangkan suami dan menantunya.

Yusnarti, sang istri meminta kepada pihak pemerintah khususnya kepada Presiden Jokowi untuk turun tangan langsung menyelesaikan permasalahan terkait suaminya tersebut.

Seperti heboh diberitakan beberapa waktu lalu bahwasanya dua orang nelayan asal Natuna, yaitu Kasnadi dan Johan di amankan pihak Patroli Maritim Malaysia saat kedapatan menangkap ikan di perairan laut Malaysia pada Rabu (7/9/2022) lalu.

Baca juga: Aneh, Laut Kaya Ikan Tapi Nelayan Natuna Malah Tertangkap Mancing di Perairan Malaysia, Ternyata Ini Penyebabnya

Hingga kini berarti sudah seminggu lebih sehari, dua nelayan Natuna itu di tahan di negeri Jiran. Dan kepastian terkait nasib merekapun tak kunjung ada kejelasan.

"Bapak Jokowi tolong pulangkan dan bebaskan suami saya, Kasnadi dan menantu saya Johan yang saat ini ditahan di Malaysia. Suami saya meninggalkan saya beserta dua anak perempuan saya dan tiga orang cucu yang masih kecil kecil pak," harap Yusnarti di video yang di tujukan untuk Presiden Jokowi tersebut, Kamis (15/9/2022).

Dirinya memohon pertolongan kepada Presiden Jokowi agar sang suami dan menantu bisa secepatnya dipulangkan ke Natuna.

Baca juga: Yusnarti Risau Tak Tahu Harus Mengadu Kemana, Suami dan Menantu Ditangkap Polisi Maritim Malaysia

Sementara itu, dijumpai di kediaman keluarga korban, Ketua Aliansi Nelayan Natuna (ANNA), Henri membenarkan jika hingga saat ini baik mereka maupun pihak keluarga sudah kehilangan kontak dengan Kasnadi ataupun Johan.

"Kami sedang usaha melalui jaringan kami di tingkat nasional. Mereka lagi berkirim surat ke Kemenlu," ujar Henri.

Di lain tempat, saat di konfirmasi melalui sambungan telepon, Kepala Bagian Humas dan Protokol Badan Keamanan Laut (Bakamla) Kolonel Wisnu Pramandita membenarkan atas kejadian tersebut dan mengatakan saat ini sedang di proses oleh instansi terkait.

" Masih di cek oleh bagian terkait," jawabnya singkat.

(Yan)