Agen Property: Kasus Oxley Coreng Property Batam

Agen Property: Kasus Oxley Coreng Property Batam

Ketua AREBI Kepri Ruslan Weng (Foto: Ist)

Batam, Batamnews - Mantan Ketua DPD Asosiasi Real Estate Broker Indonesia Kepri Ruslan Weng menyayangkan permasalah gagalnya pembangunan proyek Oxley Cenvention City di Batam, Kepulauan Riau.

"Ini sebuah kasus yang mencoreng nama baik properti di Batam," ujar Ruslan Weng yang juga seorang agen property di Batam kepada Batamnews, Jumat (3/9/2021).

Ruslan mengungkapkan, kasus ini seharusnya menjadi tanggungjawab korporasi bukan lagi individu.

Selama ini, terkesan, kasus tersebut menjadi tanggungjawab pribadi di tubuh PT Oxley Karya Indo Batam (OKIB).

"Semua di tolak tanggung jawab ke Singapura," ujar Ruslan. Padahal, menurut Ruslan, selama ini semua tindakan direksi atas nama perusahaan PT Oxley Karya Indo Batam.

BACA JUGA

Gagal Bangun, Marketing Oxley Serang Manajemen: Kami Sudah Jual Puluhan Unit!

Investor Property Singapura Bikin Ulah di Batam, Berikut Daftar Nama Direktur dan Komisaris Oxley

Seorang Konsumen Sudah Setor Rp 458 Juta, Apartemen Oxley Batam Tak Kunjung Dibangun

Ruslan juga termasuk salah satu agen yang berhasil menjual sekitar 40 unit apartemen di Oxley.

"Saya menjual sampai ke luar kota, Tembilahan, Pekanbaru," ujar Ruslan.

Ruslan pun mengaku kerugian yang ia alami mencapai Rp 500 juta.

Tidak saja dirinya yang dirugikan, namun, kata Ruslan, ada beberapa agen lainnya yang sudah menjual lebih dari dirinya.

Ruslan menyebutkan, saat ini, pihak Oxley mengimbau konsumen pindah unit ke One Avenue.

Selain itu harus menyerahkan kembali semua dokumen asli, kwitansi asli, menandatangan surat tidak akan menuntut Oxley Karya Indo Batam,

"Terus jaminannya apa? Gak jaminan tertulis," ujar Ruslan. Selama ini, kata Ruslan, dari awal terjadi masalah, semua jawabab dari korporasi tidak pernah tertulis.

"Hanya secara lisan bahasa omongan arogansi dari Gloria," ujar Ruslan.

Sementara itu, posisi saat ini berganti menjadi PT Wiwoa. Dan di lapangan yang berhadapan dengan konsumen dan agen adalah tata kelola.

"Seandainya suatu hari terjadi  masalah lagi, konsumen cari siapa?" ujar Ruslan.

Peluncuran Oxley Dihadiri Dubes RI untuk Singapura

Oxley Convention City diluncurkan pada tahun 2017 lalu dengan ditandai peletakkan batu pertama. Tombol sirine dipencet langsung oleh Deputi CEO & Executive Direktur Oxley Holdings Limited, Eric Low, Pemilik PT Karya Indo Batam, Poni, Duta Besar Republik Indonesia di Singapura, Ngurah Swajaya.

Selain itu hadir juga Kapolda Kepri Irjen Pol Sam Budigusdian, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Kota Batam Gintoyono, Ketua DPRD Batam Nuryanto, dan Kapolresta Barelang AKBP Hengki.

BACA JUGA

Bos Property dan Bos Elektronik di Karimun Terlibat Kasus Pencucian Uang Bos Bank Syariah Mandiri

Kronologi Hilangnya Grup Facebook Wajah Batam

 

Anggaran dana proyek Oxley mencapai sekitar Rp 3 triliun. Diperkirakan serah terima kunci pada tahun 2020. 

Pembangunan kawasan itu rencananya akan melibatkan arsitek terkenal di Singapura, yakni Surbana Jurong yang sudah mendesain proyek-proyek megah di Singapura. Namun semua berubah. Proyek tersebut akhirnya gagal.

Luas Oxley Convention City mencapai dua hektare. Proyek ini terdiri dari lima tower yang terdiri dari tiga tower untuk hunian mewah atau apartemen yang terdiri dari 32 lantai dengan total 624 unit hunian untuk tower A, tower B sebanyak 569 unit, dan tower C total 442 unit.

Kemudian satu tower untuk hotel yang terdiri dari 21 lantai dengan total 520 kamar. Sedangkan satu tower lagi untuk perkantoran (office tower) setinggi 25 lantai dengan 320 kantor dan unit komersial sebanyak 130 unit.