Delapan Anak Jalani Visum, DP3APM Pastikan Pendampingan Psikologis untuk Korban Pelecehan Pelatih Voli di Tanjungpinang
Ilustrasi
Tanjungpinang, Batamnews – Dinas Perlindungan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat (DP3APM) Kota Tanjungpinang melakukan pendampingan terhadap delapan anak laki-laki yang diduga menjadi korban pelecehan seksual oleh pelatih volinya. Saat ini, para korban tengah menjalani proses visum di rumah sakit untuk mendapatkan data lebih mendalam terkait dugaan kasus ini.
Kepala DP3APM Kota Tanjungpinang, Bambang Hartanto, mengonfirmasi bahwa pendampingan yang dilakukan masih dalam tahap awal, yakni proses visum medis yang dilakukan oleh pihak rumah sakit.
"Pendampingan kita saat ini baru sampai visum yang dilakukan kepada para korban," ujar Bambang, Rabu, 12 Februari 2025.
Baca juga: Polisi Dalami Kasus Pencabulan Belasan Anak di Tanjungpinang, Pelatih Voli Jadi Tersangka
Selain visum, DP3APM telah menyiapkan tiga tenaga psikolog yang akan membantu dalam proses pemulihan mental dan psikologis para korban. Diharapkan dengan pendampingan ini, anak-anak dapat pulih secara mental dan tetap memiliki masa depan yang baik.
"Kita melakukan pendampingan sesuai berita acara yang dilampirkan, baik dalam memulihkan mental anak-anak nanti," jelas Bambang.
Menurutnya, proses pemulihan tiap korban akan memakan waktu yang berbeda-beda tergantung kondisi psikologis masing-masing. Tim pendamping juga akan melakukan pemantauan dan evaluasi setelah proses awal pendampingan dilakukan.
Terkait kelanjutan pemeriksaan hukum, DP3APM menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian. Sejauh ini, Bambang mengaku belum mengetahui jumlah pasti korban, karena visum baru dilakukan kepada delapan anak laki-laki. Sebelumnya, jumlah korban sempat disebut mencapai belasan anak.
DP3APM menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi para korban hingga mereka benar-benar pulih dan mendapatkan keadilan atas kasus yang menimpa mereka. Pihak berwenang diharapkan dapat segera menyelesaikan penyelidikan kasus ini dan memberikan perlindungan penuh bagi para korban agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
Komentar Via Facebook :