10 PLTS Akan Dibangun di Pulau Terluar Kepri, Anggaran Capai Rp127 Miliar
Kepala Dinas ESDM Kepri, Muhammad Darwin.
Batam, Batamnews - Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) merencanakan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) dengan nilai investasi mencapai Rp127 miliar.
Kepala Dinas ESDM Kepri, Muhammad Darwin, mengungkapkan di Batam pada Senin, 10 Februari 2025, bahwa pendanaan proyek ini akan bersumber dari Penyertaan Modal Negara (PMN) yang dialokasikan kepada PT PLN Persero. Dana tersebut akan digunakan untuk membangun 10 unit PLTS yang tersebar di wilayah Kota Batam, Kabupaten Karimun, dan Kabupaten Lingga.
"Program pembangunan PLTS ini akan dilaksanakan tahun ini melalui kerjasama antara Pemerintah Provinsi Kepri dengan pemerintah kabupaten dan kota dalam hal penyediaan lahan," jelas Darwin.
Dia menambahkan bahwa PLN biasanya tidak mengalokasikan dana untuk pengadaan lahan.
Baca juga: DPRD Kepri Siap Jalankan Inpres 1/2025, Tapi Tolak Keputusan Sepihak Pemprov
"Untuk itu, kami akan menjalin kerjasama dengan pemerintah setempat untuk memastikan masyarakat bersedia menerima pembangunan PLTS beserta infrastruktur pendukungnya," ujarnya.
Proyek bernilai Rp127 miliar ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan elektrifikasi di wilayah 3T sekaligus mendukung pengembangan energi terbarukan di Provinsi Kepri. Pembangunan PLTS ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan listrik masyarakat di pulau-pulau terpencil yang selama ini mengalami kesulitan akses listrik.
Pemerintah Provinsi Kepri menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh pelaksanaan proyek ini dengan memfasilitasi koordinasi antara PLN dan pemerintah daerah dalam proses penyediaan lahan yang dibutuhkan untuk pembangunan PLTS tersebut.

Komentar Via Facebook :