Warga Tanjung Buntung Keluhkan Sisa Galian Proyek Pipa, Jalan Berlumpur dan Berdebu
Tampak tanah dan bebatuan usai penggalian pemasangan pipa air di Tanjung Buntung, Bengkong, Kota Batam. (Foto: istimewa).
Batam, Batamnews - Warga RW 2 Tanjung Buntung, Bengkong, Kota Batam, mengeluhkan sisa tanah galian proyek jaringan pipa di ruas jalan yang tak kunjung dibersihkan. Tanah yang menggunduk serta batu kerikil berserakan menyebabkan jalan berlumpur saat hujan dan berdebu saat cuaca panas.
Keluhan ini telah disampaikan warga selama dua bulan terakhir, termasuk SD Negeri 012 Tanjung Buntung yang terdampak langsung akibat penyempitan jalan. Sayangnya, hingga kini, kontraktor pelaksana proyek yang berada di bawah pengawasan SPAM BP Batam tak juga merespons.
Lurah Tanjung Buntung, Edi, mengaku tidak mengetahui secara pasti pelaksanaan proyek tersebut. Menurutnya, kontraktor yang mengerjakan proyek ini tidak pernah melapor ke pihak kelurahan sebelum melakukan pekerjaan.
"Kami tidak tahu soal proyek ini, kontraktornya tidak pernah melapor. Mereka langsung bekerja begitu saja. Seharusnya, kalau ada pekerjaan besar seperti ini, mereka datang ke kelurahan agar kami bisa membantu mencari solusi jika ada permasalahan," ujar Edi, Rabu, 12 Februari 2025.
Baca juga: 10 PLTS Akan Dibangun di Pulau Terluar Kepri, Anggaran Capai Rp127 Miliar
Ia menambahkan bahwa kondisi jalan di sekitar SDN 012 semakin menyempit akibat galian yang belum dirapikan, sehingga membahayakan anak-anak sekolah yang melintas.
"Ini proyek air, tentu kita mendukung. Tapi jangan sampai malah merugikan warga. Seharusnya setelah digali, segera diperbaiki, bukan dibiarkan begitu saja," tegasnya.
Tidak hanya dibiarkan, upaya warga untuk meminta pertanggungjawaban justru mendapat respons negatif. Tobing, salah satu warga, mengaku saat mendatangi kontraktor untuk meminta pembersihan sisa galian, ia malah ditantang duel.
Kontraktor tersebut bahkan mengaku telah mendapat persetujuan langsung dari Direktur SPAM BP Batam, Denny Tondano, untuk melaksanakan pekerjaan tersebut.
Baca juga: DPRD Kepri Siap Jalankan Inpres 1/2025, Tapi Tolak Keputusan Sepihak Pemprov
"Saya dari Demokrat. Kami sudah dapat persetujuan pekerjaan ini, langsung dari Direktur SPAM," ujar salah satu pihak kontraktor dengan nada arogan.
Menanggapi sikap kontraktor yang dinilai arogan, Humas PT Air Batam Hilir (ABH), Ginda, menyatakan akan melakukan evaluasi terhadap pihak pelaksana proyek.
"Jika benar ada arogansi seperti itu, tentu sangat fatal. Kami akan evaluasi dan mengingatkan kontraktor agar menjaga etika dalam bekerja," tegasnya.
Ginda menambahkan, proyek ini dibuat untuk kepentingan umum yang di bangun di atas jalan umum, sehingga pada saat tanah yang di keruk itu harus segera di bersihkan sehingga tidak menggangu aktivitas masyarakat.
"Tanah yang di gali ini kan jalan umum, harus di bersihkan jangan sampai aktivitas masyarakat terganggu," kata Ginda.

Komentar Via Facebook :