Dua Pelangsir Minyak Solar Bersubsidi di Batam Terancam 6 Tahun Penjara Usai Diringkus Ditreskrimsus Polda Kepri

Dua Pelangsir Minyak Solar Bersubsidi di Batam Terancam 6 Tahun Penjara Usai Diringkus Ditreskrimsus Polda Kepri

Mobil dan sejumlah jerigen yang digunakan pelaku untuk melansir BBM Bio Solar subsidi di segel Polisi dengan garis polisi (Police Line). (Istimewa)

Batam, Batamnews - Ditreskrimsus Polda Kepri berhasil menangkap dua pelaku penyalahgunaan pengangkutan BBM jenis Bio Solar di jalan Trans Barelang, Kota Batam. Penangkapan ini merupakan bukti komitmen Polri dalam memberantas mafia Migas.

Menurut Dirreskrimsus Polda Kepri, Kombes Pol Putu Yudha Prawira, pengungkapan ini berawal dari Laporan Polisi Lp/A/8/V/2024/Spkt.Ditkrimsus/Polda Kepulauan Riau, tanggal 17 Mei 2024. 
Tim mendapatkan informasi dari masyarakat mengenai penyelewengan BBM bersubsidi untuk kepentingan yang tidak semestinya.

Kejadian bermula pada Kamis, 16 Mei 2024, ketika tim mendapat informasi bahwa BBM Bio Solar bersubsidi digunakan untuk kendaraan alat berat (Excavator). 

Baca juga: Penipuan Bisnis Ikan dan Kelapa Sawit: Pria Berinisial AS Ditangkap di Pontianak, Kerugian Capai Milyaran Rupiah

BBM tersebut diperoleh dari SPBN Pulau Setokok Kota Batam menggunakan dokumen surat rekomendasi. Setelah melakukan penyelidikan, tim mendapati bahwa kegiatan ini melibatkan pengangkutan dan penjualan BBM secara berulang untuk mendapatkan keuntungan.

Pada Jumat, 17 Mei 2024, sekitar pukul 08.00 WIB, tim membuntuti mobil Mitsubishi L300 biru yang mencurigakan. Mobil tersebut berhenti di Waduk Tembesi, Jl. Trans Barelang Kota Batam. 

Tim menemukan 20 jerigen, 15 di antaranya berisi BBM solar, di dalam mobil tersebut yang dikemudikan oleh SDR. R. BBM tersebut diperoleh dari nelayan di Pulau Setokok menggunakan surat rekomendasi milik nelayan Pulau Pengapit yang dikuasai oleh SDR. NL.

Polisi juga menyita beberapa barang bukti, termasuk 420 liter BBM jenis bio solar, dua unit mobil, satu buku nota penjualan, beberapa surat rekomendasi nelayan, dan lain-lain. 

Baca juga: Kembali Bea Cukai Batam Gagalkan Penyeludupan Sparepart Harley Davidson dan Belum Dapat Ungkap Pelaku

Para tersangka dikenakan Pasal 40 Angka 9 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja yang mengubah Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi. Mereka diancam hukuman penjara maksimal 6 tahun dan denda hingga Rp60 miliar. (CR 2)


Komentar Via Facebook :
close

Aplikasi Android Batamnews