Kembali Bea Cukai Batam Gagalkan Penyeludupan Sparepart Harley Davidson dan Belum Dapat Ungkap Pelaku

Kembali Bea Cukai Batam Gagalkan Penyeludupan Sparepart Harley Davidson dan Belum Dapat Ungkap Pelaku

Sparepart Moge jenis Harley Davidson yang di sita Bea Cukai Batam. (Istimewa).

Batam, Batamnews - Unit Pengawasan Bea Cukai Batam berhasil menggagalkan upaya penyelundupan suku cadang motor gede (Moge) jenis Harley Davidson di Pelabuhan Batu Ampar, Batam, Kepulauan Riau pada Rabu, 29 Mei 2024. 

Suku cadang tersebut rencananya akan diselundupkan oleh sebuah perusahaan ke wilayah Batam.

"Pada hari Rabu tanggal 29 Mei 2024, petugas Bea Cukai Batam mendapatkan informasi tentang adanya percobaan pemasukan barang bekas ke wilayah Batam oleh PT AP, yang berstatus sebagai importir umum. Berdasarkan informasi tersebut, tim kemudian melakukan pendalaman serta pemeriksaan atas pemasukan barang tersebut," ungkap Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Batam, Evi Octavia.

Baca juga: Lokasi Kader PDIP Harun Masiku Sudah Diketahui, KPK Targetkan Penangkapan dalam Sepekan

Ia menjelaskan bahwa hasil pemeriksaan menunjukkan, selain barang yang diberitahukan dalam dokumen pabean, ditemukan 5 palet suku cadang motor Harley Davidson. Palet tersebut berisi 6 unit mesin Harley Davidson, rangka, serta aksesoris lainnya dalam kondisi bekas.

"Atas penindakan tersebut, barang-barang tersebut dijadikan barang bukti dan diamankan oleh petugas ke gudang Bea Cukai Batam di Tanjung Uncang," kata Evi.

Penindakan ini menunjukkan keseriusan Bea Cukai Batam dalam menutup pintu masuk bagi para penyelundup ke wilayah Indonesia.

"Tindakan ini tidak hanya untuk melindungi masyarakat dari potensi bahaya barang-barang ilegal yang tidak memenuhi ketentuan perundang-undangan, tetapi juga merupakan upaya nyata Bea Cukai Batam dalam mengamankan penerimaan negara," tambah Evi.

Pelaku tindak pidana penyelundupan barang impor diatur dalam Pasal 102 huruf (a) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2006 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 Tentang Kepabeanan, dengan ancaman pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 10 tahun, serta denda paling sedikit Rp 50.000.000 dan paling banyak Rp 5.000.000.000.

Baca juga: Mantan Direktur Ifishdeco Tbk., Ineke Kartika Dewi Tersandung Kasus Penipuan dan Penggelapan Dana Investasi Tambang Nikel

Namun, Bea Cukai Batam hingga kini belum dapat mengungkap siapa dan berapa pelaku di balik penyelundupan suku cadang motor Harley Davidson tersebut.

"Masih diselidiki, kamu tanya saja ke nomor informasi. Saya baru selesai briefing, saya juga belum tahu, belum dapat info," kata Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Batam.

(CR 2)


Komentar Via Facebook :
close

Aplikasi Android Batamnews