Penipuan Bisnis Ikan dan Kelapa Sawit: Pria Berinisial AS Ditangkap di Pontianak, Kerugian Capai Milyaran Rupiah

Penipuan Bisnis Ikan dan Kelapa Sawit: Pria Berinisial AS Ditangkap di Pontianak, Kerugian Capai Milyaran Rupiah

Pelaku saat sedang menjalani pemeriksaan polisi di Polres Anambas. (Foto: Polres Anambas)

Anambas, Batamnews - Tim Jatanras Polres Kepulauan Anambas berhasil meringkus seorang pria berinisial AS (28) di sebuah rumah kontrakan di Komplek Jamrud Karya, Jl. Karya Pontianak, Kalimantan Barat, atas tuduhan penipuan. 

Penangkapan ini dipimpin oleh Aipda H. Sembiring bersama tim Resmob Polda Kalimantan Barat.

Kapolres Kepulauan Anambas AKBP Apri Fajar Hermanto melalui Kasat Reskrim Iptu Rio Ardian mengungkapkan bahwa pelaku berhasil ditangkap setelah tim Jatanras Polres Kepulauan Anambas melakukan upaya paksa penangkapan terhadap AS yang diduga melakukan tindak pidana penipuan. 
"Pelaku dibawa ke Polsek Pontianak Selatan untuk dilakukan pemeriksaan dan pengembangan," jelasnya.

Baca juga: Kembali Bea Cukai Batam Gagalkan Penyeludupan Sparepart Harley Davidson dan Belum Dapat Ungkap Pelaku

Setelah dilakukan pemeriksaan mendalam dan mengumpulkan bukti, pada hari Sabtu (08/06/2024), pelaku diterbangkan ke Batam dan dititipkan ke Polsek Sei Beduk Polresta Barelang di Batam. 
Pada hari Selasa, 11 Juni 2024, pelaku dibawa menuju Polres Kepulauan Anambas dengan menggunakan kapal laut.

Kasat Reskrim menjelaskan bahwa modus penipuan yang dilakukan oleh AS adalah dengan mengiming-imingi korban untuk memberikan modal usaha dalam bisnis ikan, lobster, dan kelapa sawit dengan janji keuntungan yang dibagi dua. 

Namun, janji tersebut hanyalah tipu daya pelaku untuk mendapatkan uang korban. "Kerugian yang dialami korban sejumlah Rp1,125 miliar, dengan beberapa kali pengiriman melalui transfer ke berbagai rekening yang diberikan oleh pelaku," jelasnya.

Kasi Humas Polres Kepulauan Anambas, Iptu Raja Vindho, menjelaskan bahwa pengiriman uang pertama terjadi sekitar akhir tahun 2018, di mana korban mentransferkan uang sebesar Rp300 juta ke rekening pelaku. 

Namun, seiring berjalannya waktu, korban tidak juga menerima hasil kerja sama usaha yang dijanjikan oleh pelaku. Pada tahun 2021, nomor telepon pelaku tidak bisa dihubungi kembali.

Pada tahun 2022, pelaku menghubungi korban dan menjelaskan bahwa dirinya sedang menghadapi masalah di Kalimantan dan sedang menjalani hukuman penjara. 

Pelaku kembali membujuk korban dan menjelaskan bahwa sekarang dia sudah bebas dan memiliki usaha yang cukup berhasil, serta berjanji akan mengembalikan uang yang telah digunakan sebelumnya beserta keuntungannya.

Baca juga: Lokasi Kader PDIP Harun Masiku Sudah Diketahui, KPK Targetkan Penangkapan dalam Sepekan

Dengan rasa percaya, pada tahun 2022 hingga 2023, korban kembali memberikan modal usaha kepada pelaku dengan total pengiriman sebesar Rp825 juta melalui beberapa kali transfer ke rekening berbeda. 

"Hingga total uang yang disetorkan kepada pelaku lebih kurang Rp1,125 miliar. Setelah beberapa bulan menunggu hasil, pelaku tidak bisa dihubungi lagi. Merasa kembali ditipu, akhirnya korban membuat laporan ke pihak berwajib," ungkap Raja Vindho.

Pelaku akan dikenakan pasal 378 KUHPidana dengan ancaman hukuman paling lama 4 tahun penjara.


Komentar Via Facebook :
close

Aplikasi Android Batamnews