Polisi Pekanbaru Tembak Mati Rio Rambo, Buronan Kasus Pencurian yang Membahayakan Warga dan Petugas

Polisi Pekanbaru Tembak Mati Rio Rambo, Buronan Kasus Pencurian yang Membahayakan Warga dan Petugas

Kapolresta Pekanbaru, Kombes Jeki Rahmat Mustika saat memberikan arahan.

Nurjali

Pekanbaru, Batamnews - Polisi menembak mati Rio Rambo (39), pelaku pencurian rumah toko (ruko) dan rumah warga di Pekanbaru, karena ia menabrak polisi dan masyarakat saat hendak ditangkap.

Kapolresta Pekanbaru, Kombes Jeki Rahmat Mustika, menegaskan bahwa kepolisian tidak akan mentolerir tindakan kriminal di Pekanbaru. Terutama, jika pelaku membahayakan masyarakat dan petugas, maka akan diambil tindakan tegas.

"Jangan coba-coba mengganggu masyarakat di Pekanbaru. Inilah akibatnya, apalagi jika pelaku melawan dan membahayakan petugas," kata Kombes Jeki pada Ahad, 26 Mei 2024.

Jeki memperingatkan para pelaku kejahatan di Pekanbaru agar bertaubat. Sebab, cepat atau lambat Satreskrim Polresta Pekanbaru akan menangkap mereka yang melakukan tindakan kriminal.

"Kalau membahayakan warga dan petugas saat hendak ditangkap, ya kami tindak tegas dan terukur (ditembak)," tambah Jeki.

Baca juga: Oknum Guru di Pelalawan Terancam Hukuman Penjara 15 Tahun, Karena Ini 

Sebelumnya, polisi menembak mati Rio Rambo setelah ia menabrak warga bernama Zulnaidi (62), yang mengakibatkan Zulnaidi harus mendapatkan 20 jahitan pada kakinya. 

Rio Rambo merupakan buronan kasus pencurian yang telah lama dicari polisi. Karena membahayakan warga, Rio tewas ditembak polisi saat dikejar pada Jumat, 24 Mei 2024 pukul 19.00 WIB.

Rio, yang juga merupakan residivis, menabrak warga dan polisi saat hendak ditangkap di jalanan Kota Pekanbaru. Polisi yang ditabrak pelaku, Aiptu Edy, mengalami luka di bagian tangan setelah terpental akibat tabrakan tersebut.

"Zulnaidi sempat dirawat di Rumah Sakit Ibnu Sina Pekanbaru, mendapat perawatan dengan 20 jahitan di kakinya. Dia terpental setelah motornya ditabrak dan terseret mobil yang dikendarai buronan kami," ujar Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Bery Juana Putra.

Selain mengalami robekan pada kakinya, Zulnaidi juga mengalami benturan di kepalanya dan sempat muntah-muntah. Beruntung, nyawanya dapat diselamatkan setelah dibawa ke rumah sakit oleh warga dan polisi.

"Korban langsung pulang ke rumah tadi malam setelah mendapat perawatan. Biaya perawatan dan sepeda motornya ditanggung oleh kepolisian, kami juga memberikan santunan," tambah Bery.

Aiptu Edy juga langsung pulang ke rumahnya setelah dirawat di RS Bhayangkara Polda Riau. Edy mengalami luka ringan pada tangannya akibat terbentur ke aspal.

"Awalnya anggota kami, Aiptu Edy, menghadang mobil Calya yang dikendarai pelaku dengan motor. Namun pelaku malah melaju sehingga menabrak warga dan anggota kami," ujar Bery.

Bery menyebutkan bahwa Rio adalah buronan kasus pencurian dengan pemberatan, spesialis pembongkaran ruko dan rumah warga. Jejak Rio akhirnya terendus oleh petugas di Jalan Ahmad Dahlan, Pekanbaru.

Anggota Satreskrim Polresta Pekanbaru yang dipimpin Bery melakukan pengejaran terhadap mobil Calya yang dikendarai pelaku. Petugas memperingatkan pelaku dengan tembakan ke udara, namun Rio tetap melaju kencang. 

Salah satu anggota polisi, Aiptu Edy, meletakkan sepeda motornya ke tengah jalan agar pelaku berhenti, namun Rio menabrak warga dan sepeda motor Aiptu Edy hingga terseret beberapa meter. Bahkan, terlihat percikan api pada sepeda motor yang terseret ban mobil pelaku.

Seperti dalam adegan film aksi, kejar-kejaran antara polisi dan pelaku berlangsung dari Jalan Ahmad Dahlan, Ahmad Yani hingga ke Jalan Jenderal Sudirman. Petugas khawatir dengan keselamatan warga karena pelaku mengemudi dengan ugal-ugalan. 

Akhirnya, personel terpaksa menembak pelaku ketika melintas di depan RM Koki Sunda, Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru.

Baca juga: Kronologi Buronan Kasus Pencurian Tabrak Warga dan Polisi di Pekanbaru

"Pelaku sudah membahayakan warga dan anggota, jadi terpaksa dilakukan tindakan tegas (ditembak) ke arah mobil," ucap Bery.

Bery menyampaikan bahwa pelaku sudah menjadi target operasi polisi. Saat dikejar, pelaku menabrak masyarakat, polisi, dan pengendara. 

Dari Jalan Ahmad Dahlan, pelaku menabrak masyarakat, lalu dilakukan tembakan peringatan, namun dia tidak berhenti. Ban mobil pelaku juga sudah ditembak, namun Rio tetap melaju.

Kondisi polisi yang ditabrak mengalami luka, dan mobil personel yang mengepung pelaku juga hancur. Pelaku sudah membahayakan anggota dan masyarakat yang menjadi korban.

"Tidak ada ruang bagi kejahatan di Pekanbaru ini. Jika tetap nekat, kami akan bertindak tegas dan terukur," pungkasnya.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :