Menjenguk Suku Orang Darat Berusia 120 Tahun di Pulau Galang
Imbalo Imam Sakti, seorang pemerhati sosial di Kota Batam dan sekaligus merupakan Pemilik Yayasan Hangtuah yang berbasis di Pulau Rempang, menjenguk orang kepercayaan tangan kanan Batin Lawan, Hasyim. (Foto: FB/Imbalo Namaku)
Batam, Batamnews - Imbalo Imam Sakti, seorang pemerhati sosial di Kota Batam dan sekaligus merupakan Pemilik Yayasan Hangtuah yang berbasis di Pulau Rempang, menjenguk orang kepercayaan tangan kanan Batin Lawan yang terbaring sakit.
Imbalo lewat akun media sosial (Medsos) Facebook-nya, Imbalo Namaku yang diunggah pada Senin, 29 Januari 2024 siang itu memperlihatkan foto dirinya menjenguk orang kepercayaan Batin Lawan yang kini dikenal dengan nama Hasyim setelah memeluk agama islam.
"Menjenguk Orang Kepercayaan Tangan Kanan Batin Lawan yang Sedang Gering. Setelah memeluk Islam namanya lebih di kenal dengan Hasyim," tulis Imbalo.
Baca juga: Imbalo Imam Sakti, Sang Pendidik dan Pembawa Cahaya Islam ke Suku Darat di Pulau Rempang Batam
"Tadi siang aku mengunjungi pria asal Larantuka itu.
Usianya dah lebih 120 tahun tergolek lemah di tempat tidur ruang tengah rumahnya di Rempang Cate, Kecamatan Galang, Batam tak jauh dari Kampung Hulu Sungai Sadap, kampung orang asli atau acap disebut orang darat di Kampung Melayu itu," tulis postingan tersebut.
Imbalo meyakini, Hasyim merupakan salah satu orang tua yang masih hidup di Kota Batam dengan usia lebih 1 abad.
"Sewaktu muda dulu, dia adalah salah seorang orang terdekat Batin Lawan. Batin adalah orang kepercayaan Sultan dibawah pemerintahan Temenggung. Di Kepulauan Riau yang terkenal adalah Temenggung Abdul Jamal berkedudukan di Bulang. Sementara Batin Lawan bermastautin di Rempang," masih dalam postingan tersebut.
Baca juga: Menggali Akar Orang Darat, Jejak Kehidupan Masyarakat Asli di Pulau Rempang Batam
Imbalo sedikit bercerita tentang Batin Lawan. Ia menikahi perawan Cate Rempang, gadis paling cantik di pulau tersebut saat itu. Batin Lawan dimakamkan di Tanjung Gong, ujung Pulau Kalok dekat Pasir Merah, Pasir Panjang, sebagaimana diungkapkan Friden salah seorang cicit dari Batin Lawan. Seorang cicitnya lagi bernama Alwindi.
"Anak Batin Lawan ada yang yang menjadi Batin yaitu Batin Bidin anaknya bernama Drs Muslim Budin pernah menjabat Kepala Dinas Pendidikan Batam. Sekarang masih hidup," sambung postingan Imbalo tersebut.
"Ada Abdul Manan alias pak Kosot sudah meninggal dikuburkan di Cate, aku ikut memakamkannya di Kampung Ulu Sadapa, masih ada anak cucu dan cicit pak Kosot. Di Galang ada Batin Limat belum pernah berjumpa. Kutanya pak Hasyim, dia pun tak tahu sudah lama tak kontak, kata pria yang masih jelas pendengaran dan penglihatannya ini," tulisnya.
Baca juga: Suku Terasing di Pedalaman Batam: Nasib Orang Darat Terakhir di Tengah Megaproyek Tomy Winata
"Persis disamping rumah Tok Badol ada masjid bernama Hasyim, masjid yang dibangunnya dulu. Kalau dari Batam arah ke Galang, masjid terletak disebelah kanan jalan.
Begitulah sekedar kondisi Batin yang dulu banyak berjasa terhadap Bumi Melayu ini, nyaris tak ada pehatian dari yang berkuasa sekarang terhadap mereka," akhir postingan tersebut.
Imbalo Imam Sakti sendiri diketahui telah aktif berinteraksi dengan Suku Darat di Pulau Rempang sejak tahun 1970-an. Pada masa itu, banyak di antara mereka yang belum mengenal agama Islam.
Imbalo kemudian mengambil inisiatif untuk mengajar mereka tentang Islam, bahkan pernah mendatangkan seorang guru agama dari Jawa untuk memberikan pengajaran.
Komentar Via Facebook :