Mantan Menteri Termuda di Malaysia, Syed Saddiq Syed Abdul Rahman Dijatuhi Hukuman Penjara 

Mantan Menteri Termuda di Malaysia, Syed Saddiq Syed Abdul Rahman Dijatuhi Hukuman Penjara 

Syed Saddiq Syed Abdul Rahman (Foto: Instagram Syed Sadiq)

Batam, Batamnews - Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Syed Saddiq Syed Abdul Rahman, dijatuhi hukuman penjara tujuh tahun, dua kali cambukan, dan denda sebesar RM10 juta oleh Mahkamah Tinggi Kuala Lumpur. 

Hukuman ini dijatuhkan setelah pengadilan menyatakan dirinya bersalah dalam empat tuduhan melakukan penyelewengan dana Pemuda Bersatu (Armada) sebesar RM1.12 juta, termasuk kasus penipuan, penyalahgunaan dana, dan pencucian uang.

Hakim Azhar Abdul Hamid mengizinkan permohonan dari pihak pembelaan untuk menunda eksekusi hukuman sementara menunggu hasil banding di Mahkamah Rayuan.

Pengadilan dimulai pada 21 Juni 2022 dengan 29 saksi pendakwaan yang dipanggil untuk memberikan kesaksiannya. Pada 14 Maret, pihak pembelaan menutup sidangnya setelah memanggil Syed Saddiq dan tiga saksi lainnya, termasuk Ulya Aqamah Husamudin, ketua penerangan Bersatu, serta Mohamed Amshar Aziz dan Siti Nurul Hidayah. 

Mohamed Amshar dan Siti Nurul Hidayah merupakan mantan pegawai khusus dan sekretaris pribadi Syed Saddiq.

Di antara saksi pendakwaan adalah orangtua Syed Saddiq, yaitu Shariffah Mahani Syed Abdul Aziz dan Syed Abdul Rahman Abdullah Asagoff, serta Rafiq Hakim Razali, mantan asisten bendahara Armada, dan tiga penyidik dari SPRM, yaitu Nurul Hidayah Kamarudin, Syahmeizy Sulong, dan Asbi Munip.

Baca juga: Kronologi Pengungkapan Kasus Hilangnya Uang Belasan Milyar Milik Nasabah Bank di Batam 

Tim pendakwaan dipimpin oleh Timbalan Pendakwa Raya Wan Shaharudin Wan Ladin dan Mohd Afif Ali, sedangkan pengacara Gobind Singh Deo mewakili Syed Saddiq.

Syed Saddiq dituduh bersekongkol dengan Rafiq, yang bertanggung jawab atas dana Armada sebesar RM1 juta, untuk melakukan penyelewengan dengan menyalahgunakan dana tersebut. Tindakan ini didakwa dilakukan di CIMB Bank Bhd, Menara CIMB KL Sentral, Jalan Stesen Sentral 2 pada 6, 2020.

Untuk tuduhan kedua, ia didakwa menyalahgunakan dana sebesar RM120.000 untuk kepentingan pribadinya dari rekening Maybank Islamic Berhad milik Armada Bumi Bersatu Enterprise yang menyebabkan Rafiq menghilangkan dana tersebut. Tindakan ini didakwa dilakukan di Malayan Banking Bhd, Jalan Pandan 3/6A, Taman Pandan Jaya, antara 8 dan 21 April 2018.

Selain itu, Syed Saddiq juga dihadapkan pada dua tuduhan pencucian uang, yaitu memindahkan masing-masing sebesar RM50.000 yang diduga hasil dari kegiatan ilegal dari rekening Maybank Islamic Berhad miliknya ke rekening Amanah Saham Bumiputera miliknya. 

Tindakan ini dilakukan di sebuah bank di Jalan Persisiran Perling, Taman Perling, Johor Baru, pada 16 dan 19 Juni 2018.

Baca juga: BP Batam Gandeng KPK RI Gelar Diseminasi Peraturan Pengelolaan Pertanahan Terbaru

Tuduhan-tuduhan ini dilakukan berdasarkan Pasal 403 KUHP dan Pasal 4(1)(b) UU Pencegahan Pencucian Uang, Pencegahan Pendanaan Terorisme, dan Hasil dari Kejahatan 2001.

Akibat dari keputusan ini, Syed Saddiq Abdul Rahman mengumumkan pengunduran dirinya sebagai presiden Muda. Dia menyatakan bahwa meskipun melepaskan jabatan tersebut, dia tetap menjadi anggota partai, namun tidak akan terlibat dalam politik Muda selama proses hukum.

Syed Saddiq mengatakan keputusan tersebut perlu diambil karena institusi presiden dan Muda lebih besar daripada dirinya dan bahwa mereka bermaksud membawa politik baru yang melampaui aspek partai dan personalitas semata.

Meskipun hukuman penjara dimulai hari ini, Syed Saddiq diberikan penundaan eksekusi hukuman sementara menunggu hasil banding di Mahkamah Rayuan. Jika gagal membayar denda sebesar RM10 juta, dia mungkin akan dipenjara selama empat tahun.


Komentar Via Facebook :
close

Aplikasi Android Batamnews