Gerakan Selamatkan Pangan: Ansar Terbitkan Instruksi Gubernur Kepri untuk Mengurangi Food Waste

Gerakan Selamatkan Pangan: Ansar Terbitkan Instruksi Gubernur Kepri untuk Mengurangi Food Waste

Ansar Ahmad saat menandatangani pencanangan 'Gerakan Selamatkan Pangan

Nurjali

Tanjungpinang, Batamnews, Advertorial - Gubernur Kepulauan Riau, H. Ansar Ahmad, dengan semangat dan komitmen tinggi, hari ini mencanangkan 'Gerakan Selamatkan Pangan' di Provinsi Kepulauan Riau. Acara bersejarah ini ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama oleh seluruh perangkat daerah. 

Penandatanganan ini berlangsung di halaman Gedung Daerah Tanjungpinang, segera setelah pelaksanaan upacara peringatan HUT ke-21 Provinsi Kepri.

Gerakan Selamatkan Pangan yang digagas oleh Gubernur Ansar adalah sebuah inisiatif bersama untuk mengurangi kerawanan pangan dan masalah gizi di wilayah Provinsi Kepulauan Riau. 

Upaya ini mencakup langkah-langkah untuk mencegah terjadinya food waste atau pemborosan pangan, mendonasikan pangan berlebih kepada masyarakat yang membutuhkan, serta memanfaatkan pangan yang sudah tidak layak lagi untuk dikonsumsi manusia sebagai pakan hewan ternak, kompos, dan kebutuhan industri.

Baca juga: HDPE dan ETLE: Inovasi Terbaru dalam Transportasi Kepulauan Riau

Dalam pidatonya sebelum penandatanganan kesepakatan dilakukan, Gubernur Ansar Ahmad mengungkapkan bahwa Kepulauan Riau adalah Provinsi pertama di Indonesia yang menginisiasi Gerakan Selamatkan Pangan ini. 

Hal ini penting untuk diperhatikan bersama, agar masyarakat lebih bijak dalam mengonsumsi makanan dan tidak berlebihan. Ansar Ahmad juga menyampaikan data yang mengkhawatirkan, bahwa setiap tahunnya Indonesia mengalami pemborosan makanan hingga mencapai Rp150 triliun.

Ansar Ahmad menjelaskan bahwa pangan berpotensi berlebih atau food waste adalah pangan yang masih dalam kondisi baik dan aman, namun berpotensi terbuang atau dimusnahkan jika tidak dimanfaatkan. 

Namun, perlu dicatat bahwa definisi ini tidak mencakup left over food (pangan sisa) di hotel, restoran, catering, retail, industri pangan, toko makanan, atau pusat perbelanjaan.

Baca juga: Orang Dekat Ansar Ahmad Resmi Dilantik jadi Penjabat Wali Kota Tanjungpinang

Gerakan Selamatkan Pangan atau food rescue adalah upaya penyelamatan pangan berpotensi food waste oleh pihak-pihak yang memperoleh pangan dari penyedia/donatur dan kemudian menyalurkannya kepada masyarakat yang membutuhkan. 

Hal ini dilakukan dengan penetapan kebijakan dan upaya sosialisasi serta promosi pencegahan food waste.

Untuk memperkuat program ini, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau telah menerbitkan Instruksi Gubernur Kepulauan Riau Nomor : 521/417/DKPPKH tentang Gerakan Selamatkan Pangan Provinsi Kepulauan Riau melalui program 'Stop Boros Pangan'. Program ini memiliki tujuh langkah utama, yakni:

Ambil makanan secukupnya dengan gizi seimbang dan habiskan.
Bawa pulang makanan (take away) jika tersisa.
Berbelanja pangan dengan bijak (Meal Planning).
Manajemen penyimpanan bahan makanan dengan menggunakan wadah yang baik sesuai dengan karakteristik pangan.
Selalu cek tanggal kadaluarsa.
Olah kembali dan manfaatkan pangan yang berpotensi terbuang menjadi menu variasi dengan tetap memperhatikan cara pengolahan agar tidak merusak kandungan gizinya.
Mendonasikan makanan berlebih kepada mereka yang membutuhkan.

Baca juga:

Gubernur Ansar Ahmad menyimpulkan pesan penting dari program ini, yaitu mengajak seluruh masyarakat untuk lebih berhemat dalam penggunaan makanan dan menghindari pemborosan. Ini berlaku tidak hanya di rumah, tetapi juga dalam berbagai acara agar lebih banyak menggunakan produk makanan dari petani lokal. 

Ansar Ahmad juga mendorong untuk mengurangi konsumsi makanan impor seperti buah-buahan dan produk dari negara lain.

Dengan pencanangan 'Gerakan Selamatkan Pangan', Provinsi Kepulauan Riau telah memulai langkah berarti dalam mengatasi permasalahan food waste dan kerawanan pangan, serta memberikan inspirasi bagi wilayah lain di Indonesia untuk mengadopsi inisiatif serupa guna menciptakan masa depan yang lebih berkelanjutan.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :