Buah Jernang Mulai Merambah Tanjabtim Jambi: Harga Mencapai Rp 250 ribu per Kilogram 

Buah Jernang Mulai Merambah Tanjabtim Jambi: Harga Mencapai Rp 250 ribu per Kilogram 

Buah Jernang jenis dragon

Nurjali

Jambi, Batamnews - Buah jernang, sebuah komoditi asli dari daerah Aceh, masih terdengar asing di kalangan petani Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Namun, semakin banyak petani yang tertarik untuk membudidayakan komoditi ini setelah melihat potensinya dalam mendongkrak perekonomian. 
Salah seorang pionir dalam budidaya buah jernang di wilayah ini, Pangabean, telah berhasil menunjukkan keberhasilannya.

Pangabean, seorang petani berdedikasi dari Kecamatan Muara Sabak Barat, menjelaskan keberagaman manfaat dari buah jernang. 

Selain digunakan sebagai pewarna tekstil, buah dengan duri pada pohonnya ini juga memiliki potensi sebagai bahan baku obat-obatan dan kosmetik. Menurutnya, potensi ini membuat budidaya buah jernang semakin menjanjikan, terutama karena tingginya harga jualnya.

Baca juga : Minyak Kita Premium Akan Kembali Hadir di Tanjungpinang: Solusi Bulog Mengatasi Kelangkaan Subsidi

"Dengan pengolahan yang tepat, buah jernang ini memiliki potensi untuk dijadikan obat-obatan, kosmetik, dan pewarna tekstil," jelas Pangabean dengan antusias.

Harga buah jernang memiliki variasi berdasarkan kualitasnya. Harga pasar berkisar antara Rp 200 ribu hingga Rp 250 ribu per kilogram. Khusus untuk varian buah jernang gradon bold, harganya bahkan dapat mencapai Rp 250 ribu per kilogram.

"Merawat tanaman jernang tidak sesulit merawat tanaman sawit. Selain itu, bahan baku untuk usaha budidaya ini juga tidak sulit ditemukan," tambahnya.

Baca juga : Update Terbaru: Harga Beras Melonjak di Kota Tanjungpinang

Pangabean memulai usaha budidaya buah jernang sejak tahun 2020. Ia berharap bahwa buah jernang akan semakin mendapatkan perhatian luas karena memiliki nilai komoditas ekonomi yang menjanjikan.

"Dengan semakin berkembangnya budidaya jernang ini, saya berharap Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur dapat memberikan dukungan dalam bentuk fasilitas dan pelatihan kepada para petani," ujar Pangabean penuh harapan.

Budidaya buah jernang menjadi contoh nyata bagaimana diversifikasi komoditas pertanian dapat membawa dampak positif terhadap ekonomi lokal. 

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :