Wakil Wali Kota Medan Sebut Kepsek Ganti Mobil Usai Dana Bos Cair, Kata Kadisdik: Saya Belum Tahu
Wakil Walikota Medan sebut beberapa Kepsek ganti mobil usai dana BOS cair, sementara Kadisdik Medan belum tahu (ilustrasi)
Medan, Batamnews - Wakil Wali Kota Medan, Aulia Rachman, mengungkapkan bahwa beberapa kepala sekolah (Kepsek) di Medan telah mengganti mobil mereka setelah menerima dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
Namun, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan, Laksamana Putra Siregar, mengaku belum mengetahui tentang temuan tersebut.
Baca juga: PPDB Karimun 2023 Dibuka, 10 SMP Negeri Terapkan Sistem Pendaftaran Online
"Belum, ini baru saya dengar," kata Laksamana Putra Siregar seperti dikutip detik, Sabtu (10/6/2023).
Putra menyatakan bahwa pihaknya akan melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait informasi yang disampaikan oleh Wakil Wali Kota Medan tersebut. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan akan memantau penggunaan dana BOS dengan lebih teliti.
"Jika ini memang sudah disampaikan oleh Pak Wakil Wali Kota, kami akan menyelidiki lebih lanjut dan melakukan pemantauan secara langsung," ujarnya.
Saat ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan sedang berkolaborasi dengan Inspektorat untuk memastikan sinkronisasi penggunaan dana BOS. Hal ini bertujuan agar penggunaan dana BOS sesuai dengan petunjuk pelaksanaan teknis yang telah ditetapkan.
Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa dana BOS digunakan dengan benar dan sesuai tujuan, yaitu untuk sarana prasarana, peningkatan mutu, serta gaji guru dan tenaga kependidikan.
"Ini bertujuan agar dana BOS yang dialokasikan dapat digunakan untuk sarana prasarana, peningkatan mutu pendidikan, serta penggajian guru dan tenaga kependidikan," tutupnya.
Sebelumnya, Wakil Wali Kota Medan, Aulia Rachman, mengungkapkan bahwa banyak kepala sekolah di Medan yang mengganti mobil setelah menerima dana BOS. Keadaan ini terjadi di sekolah dasar (SD) maupun sekolah menengah pertama (SMP) di Medan.
Aulia menyampaikan hal tersebut dalam sebuah podcast yang disiarkan oleh akun YouTube @The One And Only. Awalnya, Aulia mengkritik kebijakan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang memberatkan pemerintah daerah.
Namun, perbincangan PPPK itu berlanjut soal dana BOS. Ketika bicara dana BOS itulah Aulia menyebutkan soal temuan tersebut.
"Dana BOS ini bukan untuk kepala sekolah, melainkan untuk murid dan guru. Namun, di beberapa sekolah, dana BOS yang diterima oleh kepala sekolah justru digunakan untuk mengganti mobilnya. Ini merupakan tindakan yang tidak benar," ungkapnya.
Aulia menegaskan bahwa penggantian mobil oleh kepala sekolah setelah menerima dana BOS merupakan fakta yang banyak ditemukan.
"Ini adalah fakta. Saya menyampaikan apa adanya. Temuan ini bukanlah hal yang jarang," tegasnya.

Komentar Via Facebook :