Kenaikan Harga BBM Biang Kerok Inflasi di Batam

Kenaikan Harga BBM Biang Kerok Inflasi di Batam

Ilustrasi.

Batam, Batamnews - Kota Batam, Kepulauan Riau mencatatkan inflasi sebesar 1,08 persen, menyusul kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 111,40 pada Agustus 2022 menjadi 112,60 pada September 2022. 

Sedangkan inflasi tahun kalender 2022 sebesar 5,01 persen. Sementara itu, IHK di Kepri menunjukkan inflasi sebesar 1,06 persen dan Kota Tanjungpinang mengalami inflasi sebesar 0,92 persen. 

"Inflasi yang terjadi di Kota Batam karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks kelompok pengeluaran," kata Kepala BPS Batam, Rahmad Iswanto dalam keterangan tertulis, Rabu (5/10/2022). 

Baca: Buruh Ingatkan Pemko Batam Kenaikan Harga BBM Bisa Picu Inflasi Hingga 6 Persen

Adapun kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan harga yaitu: kelompok transportasi naik sebesar 6,97 persen. Kelompok ini menyumbang inflasi sebesar 0,8803 persen. Komoditas yang dominan penyumbang  inflasi, yaitu: bensin sebesar 0,9101 persen.

Lalu, kelompok pendidikan naik sebesar 1,39 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga naik sebesar 0,39 persen; kelompok makanan, minuman dan tembakau naik sebesar 0,32 persen. 

Selain itu, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan naik sebesar 0,22 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga naik sebesar 0,12 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/ restoran naik sebesar 0,05 persen, serta kelompok kesehatan naik sebesar 0,01 persen. 

Baca: Ambyar! Pasar Ponsel di Asia Tenggara Anjlok 7 Persen, Inflasi Jadi Pemicu

Sedangkan kelompok pakaian dan alas kaki mengalami penurunan sebesar 0,29 persen; serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya turun sebesar 0,34 persen. Sementara kelompok pengeluaran yang tidak mengalami perubahan, yaitu kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya.

Dari kelompok pendidikan, mengalami inflasi sebesar 1,39 persen. Kelompok menyumbang inflasi sebesar 0,0848 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi, yaitu: akademi/ perguruan tinggi sebesar 0,0844 persen.

Dari kelompok makanan, minuman dan tembakau, mengalami inflasi sebesar 0,32 persen. Komoditas yang menyumbang inflasi bersumber dari kangkung, rokok kretek filter, bayam, daging ayam ras dan sawi hijau sebesar 0,0280 persen. 

Sedangkan komoditas yang dominan memberikan andil deflasi, yaitu: cabai merah, cabai rawit, beras dan ketimun. 

(ret)
Komentar Via Facebook :