Massa Flash Mob PKS Batam Bentangkan Poster Tolak Kenaikan Harga BBM di Simpang Kepri Mall

Massa Flash Mob PKS Batam Bentangkan Poster Tolak Kenaikan Harga BBM di Simpang Kepri Mall

Aksi membentangkan poster dalam flash mob yang dilakukan PKS Batam, Minggu (11/9/2022). (Foto: @pkskotabatam)

Batam, Batamnews - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Batam melakukan flash mob menolak kenaikan BBM di empat penjuru Simpang Kepri Mall Batam Center, Minggu (11/9/2022) pagi.

Ribuan orang massa PKS mulai dari anggota, simpatisan, relawan dan warga melakukan aksi itu memprotes kebijakan pemerintah pusat.

“Aksi Flash Mob ini merupakan kesungguhan dan bentuk nyata dari konsistensi PKS yang sejak awal menolak kenaikan BBM bersubsidi ini," ujar Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) PKS Kota Batam, Yusuf dilansir Batamnews dari pks.id.

Baca juga: Pemerintah Larang Penjualan BBM RON di Bawah 90 Mulai 1 Januari 2023

Selain Anggota PKS, simpatisan dan masyarakat umum juga bergabung dalam aksi ini. Mereka datang dari tiap kecamatan dan dikoordinasi oleh DPC PKS di Kota Batam. 

Setiap peserta berdiri di pinggir jalan di setiap penjuru persimpangan jalan utama Kota Batam tersebut dengan membentangkan poster penolakan kenaikan harga BBM bersubsidi yang ditetapkan oleh pemerintah pusat 3 September 2022 lalu.

Aksi Flash Mob PKS Batam ini mendapatkan dukungan dari masyarakat yang melintas pelan di semua penjuru simpang jalan. 

Baca juga: Jurus Ansar Kendalikan Inflasi di Kepri Pasca-Harga BBM Naik

"PKS, oke!" teriak seorang pengendara wanita sambil mengarahkan jempol kanannya ke peserta Flash Mob.

Peserta Flash Mob PKS Batam juga membagikan pamflet kepada pengendara yang sedang berhenti saat lampu merah menyala.

Berikut pernyataan sikap PKS Kota Batam terhadap kenaikan harga BBM bersubsidi: 

1. Dana subsidi dalam APBN 2022 sudah direvisi dengan asumsi harga ICP dari USD 63 menjadi USD 100 per barel, sehingga BBM bersubsidi tidak perlu dinaikkan.

2. Pemerintah tidak amanah dan lalai dalam memastikan subsidi BBM tepat sasaran.

3. Prosentase kenaikan BBM yang besar (30 persen) secara tiba-tiba, telah melewati batas psikologis masyarakat.

4. Masyarakat yang belum pulih benar dari pandemi sangat rentan terdampak kenaikan harga BBM dari segi daya beli.

5. Dampak ikutan inflasi akan menyebabkan naiknya harga-harga barang, terutama bahan pokok.

Flash Mob Penolakan Kenaikan BBM Bersubsidi PKS Batam ini juga diikuti jajaran Dewan Pimpinan Tingkat Daerah (DPTD) PKS Kota Batam, Dewan Pimpinan Tingkat Wilayah (DPTW) PKS Kepri, Anggota Fraksi PKS DPRD Kota Batam, dan Anggota Fraksi PKS DPRD Provinsi Kepri.

(fox)
Komentar Via Facebook :