Harga Sejumlah Kebutuhan Pokok di Natuna Mulai Naik, Telur Rp 53 Ribu per-Papan

Harga Sejumlah Kebutuhan Pokok di Natuna Mulai Naik, Telur Rp 53 Ribu per-Papan

Pedagang di Pasar Tradisional Ranai, Kabupaten Natuna. (Foto: Yanto/Batamnews)

Natuna, Batamnews - Harga sejumlah bahan kebutuhan pokok di Kabupaten Natuna mulai merangkak naik. Hal ini merupakan imbas dari kenaikan harga BBM yang sudah diprediksi sebelumnya.

Tidak hanya berpengaruh terhadap kenaikan tarif transportasi, kini dampak kenaikan harga BBM juga berimbas pada naiknya sejumlah komoditi bahan bahan pokok kebutuhan masyarakat di pasaran. 

"Untuk telur, trip yang akan datang ini akan naik menjadi 260 - 265 per ikat atau 53 ribu per papan. Berbeda dengan harga terakhir kali sebelum BBM naik kita masih bisa dapat harga Rp 45 ribu per papan," ujar Haryanto, salah satu agen telur di Natuna, Senin (12/9/2022).

Baca juga: Siap-siap, Harga Telur di Batam Bakal Makin Mahal Dampak Kenaikan BBM 

Sedangkan barang kebutuhan dengan merk unilever dikabarkan anak naik sebesar 10%. 

Dari pantauan Batamnews di pasar Ranai, untuk harga sayur mayur dan kebutuhan dapur lainya belum mengalami kenaikan harga. 

Agung salah satu pedagang sayur mengatakan, jika sayur dan bahan bumbu masakan untuk saat ini belum ada kenaikan, masih harga lama. 

"Tapi kita belum tahu kedepannya, soalnya kebanyakan sayuran di pasok dari Batubi (Kecamatan di Natuna), sementara jarak Batubi ke Ranai cukup jauh, jadi mungkin saja bisa naik," ujar Agung.

Baca juga: Jangan Sembarangan, Berikut Tips Menyimpan Telur di Kulkas yang Benar 

Menanggapi hal tersebut, salah satu warga pedagang lontong sayur, Alfian mengaku jika harga bahan bahan pokok akan naik maka mau tak mau akan berimbas pada operasional dagangannya. 

"Sekarang harga satu porsi lontong sayur saya masih 12 ribu per porsi namun kalau bahan pokok melonjak naik , mau tak mau kita akan naikkan juga," ucapnya.

Apalagi bahan pokok seperti telur merupakan bahan utama dalam menu jualannya sehari hari. Dirinya berharap pemerintah bisa menstabilkan harga sehingga kenaikan BBM tidak terlalu berdampak banyak terhadap kenaikan harga bahan bahan pokok di pasaran. 

(Yan)