Media Malaysia Sebut Kabar Hoaks Kapal PMI Tenggelam Mubazirkan Duit Rp 65 Juta

Media Malaysia Sebut Kabar Hoaks Kapal PMI Tenggelam Mubazirkan Duit Rp 65 Juta

Ilustrasi. (Foto: istockphoto)

Johor - Kabar tenggelamnya kapal pengangkut pekerja migran Indonesia (PMI) ilegal di perairan Johor, disebut sebagai informasi palsu oleh otoritas Malaysia.

Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) bahkan menyebut, pihaknya harus mengeluarkan anggaran 20 ribu Ringgit atau sekira Rp 65 juta lebih untuk biaya bahan bakar dalam operasi pencarian.

Direktur Maritim Negara Johor Laksamana Pertama Maritim Nurul Hizam Zakaria mengatakan total ada empat kapal yang terlibat dalam operasi tersebut.

Baca: Beredar Kabar Kapal Pengangkut PMI Ilegal Tenggelam di Johor, KJRI Telusuri

Dikatakannya, jumlah itu termasuk tiga kapal dan satu kapal yang digunakan setelah mendapat informasi terkait kejadian tenggelamnya kapal tersebut.

Menurut dia, pihaknya masih dalam proses melacak individu yang melakukan panggilan darurat untuk melaporkan kejadian tenggelamnya kapal tersebut.

"Ini baru pertama kali terjadi kejadian seperti ini. APMM belum mengidentifikasi siapa yang melakukan panggilan darurat tersebut," katanya dikutip Batamnews dari Harian Metro, Rabu (21/9/2022).

APMM dikabarkan mengakhiri operasi pencarian korban tenggelamnya kapal dalam peristiwa yang diduga terjadi di perairan Batu Putih setelah tidak ditemukan barang bukti.

Baca: Petugas Maritim Malaysia dan KJRI Johor Diduga Kena Prank Kabar Kapal PMI Tenggelam

APMM juga tidak menutup kemungkinan bahwa panggilan yang diterima oleh Maritime Rescue Sub Center (MRSC) Johor Bahru adalah panggilan palsu.

Berdasarkan panggilan tersebut, sebuah kapal yang membawa 10 orang imigran gelap (PATI) dilaporkan tenggelam pada posisi 9,5 mil laut tenggara Tanjung Penyusop di sini.

Hingga pukul 19.30 WIB kemarin belum ada penemuan atau bukti adanya kapal yang tenggelam di wilayah pantauan dan pencarian seluas 26,52 mil laut persegi.

Pihak berwenang Singapura dan Indonesia juga tidak melaporkan adanya insiden tenggelamnya kapal seperti yang diterima MRSC Johor Bahru.

(dod)