Petugas Maritim Malaysia dan KJRI Johor Diduga Kena Prank Kabar Kapal PMI Tenggelam

Petugas Maritim Malaysia dan KJRI Johor Diduga Kena Prank Kabar Kapal PMI Tenggelam

Petugas maritim Malaysia melakukan pencarian. (Foto: Berita Harian)

Batam, Batamnews - Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (Maritim Malaysia) telah menyelesaikan operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) untuk mencari korban kapal yang diduga tenggelam di perairan Batu Putih pada Senin (19/9/2022) dini hari.

Direktur Maritim Negara Johor, Laksamana Pertama Maritim Nurul Hizam Zakaria, mengatakan keputusan itu diambil setelah tidak ditemukan bukti atas insiden tersebut.

Ia mengatakan, pihaknya tidak menutup kemungkinan bahwa panggilan yang diterima oleh Sub Center Penyelamatan Maritim Johor Bahru (MRSC) tentang kapal yang membawa 10 orang imigran gelap (PATI) dilaporkan tenggelam pada posisi 9,5 mil laut tenggara Tanjung Penyusop adalah palsu alias hoax.

Baca juga: Beredar Kabar Kapal Pengangkut PMI Ilegal Tenggelam di Johor, KJRI Telusuri

Dikatakannya, MRSC Johor Bahru mendapat informasi bahwa kejadian tersebut terjadi pada pukul 04.00 WIB.

“Ada pengaduan dari pelapor yang juga warga negara Indonesia, mengaku dirinya dan sembilan warga negara Indonesia lainnya berada di kapal nelayan dan tenggelam di perairan sekitar Batu Putih.

"Menyusul itu, MRSC Johor Bahru mengaktifkan operasi pencarian dan penyelamatan pada pukul 4.05 pagi ini dengan mengatur pergerakan kapal dan kapal patroli milik Maritime Malaysia ke lokasi kejadian," katanya dalam sebuah pernyataan dikutip Batamnews dari Berita Harian.

Baca juga: Seorang Terduga Penyelundup PMI Ilegal Diringkus Polsek KKP Batam

Dikatakannya, hingga pukul 19.30 WIB belum ada penemuan atau bukti kejadian tenggelamnya kapal tersebut, dengan pemantauan dan pencarian dilakukan di lokasi seluas 26,52 mil laut persegi.

Dia mengatakan, pihak berwenang Singapura dan Indonesia juga tidak melaporkan adanya insiden tenggelamnya kapal seperti yang diterima MRSC Johor Bahru.

"Selanjutnya operasi dihentikan pada pukul 19.30 WIB, namun pemantauan di lokasi akan dilanjutkan oleh Aset Maritim Malaysia yang melakukan patroli penegakan hukum di laut," katanya.

Terkait panggilan palsu tersebut, Nurul Hizam mengatakan pihaknya akan bekerja sama dengan kepolisian dan konsulat Indonesia untuk melacak orang yang membuat laporan tersebut.

“Masyarakat diminta untuk menyalurkan informasi atau pengaduan tentang kejahatan lintas batas di laut ke jalur darurat MERS 999 atau jalur pusat Operasi Maritim Negara Johor di 07-219 9401,” katanya.

(fox)