Bawaslu Putuskan 7 Parpol Tak Lolos Pemilu 2024, Ada PBI hingga Partai Masyumi

Bawaslu Putuskan 7 Parpol Tak Lolos Pemilu 2024, Ada PBI hingga Partai Masyumi

Kantor Bawaslu RI.

Jakarta, Batamnews - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) tak meloloskan tujuh partai politik (Parpol) pada proses pendaftaran Pemilu 2024. Bawaslu menyatakan KPU tidak melakukan pelanggaran administrasi tentang tata cara pendaftaran parpol.

Sidang ini digelar di kantor Bawaslu RI, Jalan MH Thamrin, Jakpus, Selasa (13/9/2022). Sidang dipimpin Ketua Majelis Pemeriksa Puadi.

Bawaslu menyatakan KPU telah bertindak sesuai tata cara, prosedur dan mekanisme yang diatur perundang-undangan. Bawaslu mengatakan terlapor, dalam hal ini KPU, tidak terbukti melakukan pelanggaran administratif Pemilu.

Baca juga: KPKS Tanjungpinang Ajak Warga Cek Laman Infopemilu, Antisipasi Nama Dicatut Parpol

"Mengadili, menyatakan terlapor tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan pelanggaran administrasi pemilu," ucap Puadi.

"Demikian sidang pembacaan putusan laporan pelanggaran administrasi pemilu dengan nomor register 006, 007, 009, 011, 013, 014 dan 015 selesai dibacakan. Dengan demikian sidang pembacaan putusan pada hari ini ditutup," sambungnya.

Ketujuh partai tersebut adalah Partai Bhineka Indonesia (PBI), Partai Kedaulatan Rakyat, Partai Pandu Bangsa, Partai Negeri Daulat Indonesia (PANDAI), Partai Masyumi, Partai Kedaulatan dan Partai Reformasi.

Baca juga: Tiga Parpol Gagal Mendaftar Jadi Peserta Pemilu 2024 Ajukan Gugatan ke Bawaslu

Dengan demikian, ketujuh parpol tersebut tidak dapat lolos ke tahapan selanjutnya, yaitu proses verifikasi administrasi.

Total, terdapat 14 parpol yang melaporkan KPU terkait dugaan pelanggaran administrasi dalam proses pendaftaran peserta Pemilu 2024. Namun, hanya sembilan parpol yang laporannya diterima dan ditindaklanjuti oleh Bawaslu RI.

Sebelumnya, Bawaslu telah memberi putusan terhadap Partai Pelita dan Partai IBU pada Jumat (9/9/2022) lalu. Kedua parpol tersebut tidak dapat lolos ke tahapan selanjutnya, yaitu proses verifikasi administrasi.

(ruz)