Ratusan Triliun Investasi Data Center Mengalir ke Batam, Amsakar Beberkan Dampaknya bagi Masyarakat

Ratusan Triliun Investasi Data Center Mengalir ke Batam, Amsakar Beberkan Dampaknya bagi Masyarakat

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad.

Rhuuzi Wiranata

Batam, Batamnews - Batam tengah bersiap menjadi hub digital raksasa seiring dengan masuknya puluhan investasi pusat data (data center). Nilai investasi di sektor teknologi informasi ini terbilang fantastis, bahkan diproyeksikan menyentuh angka ratusan triliun rupiah.

Kendati demikian, karakteristik industri data center yang padat modal dan berbasis teknologi tinggi memicu pertanyaan di tengah masyarakat: Bagaimana dampak konkretnya bagi warga lokal yang selama ini bergantung pada industri padat karya seperti manufaktur?

Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa pergeseran tren industri di Batam merupakan langkah transformasi yang tidak bisa dihindari. Menurutnya, investasi di bidang IT, cloud, maupun data center ini justru membawa efek domino (multiplier effect) yang luas bagi perekonomian masyarakat Batam, baik di sektor formal maupun informal.

Mendorong Transformasi SDM Lokal

Amsakar tidak menampik bahwa industri data center tidak menyerap tenaga kerja massal layaknya pabrik manufaktur konvensional. Namun, ia menekankan bahwa industri ini menawarkan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal melalui transfer teknologi.

"Masuknya investasi dalam bentuk teknologi informasi ini akan memberikan multiplier effect. Pertama soal ketersediaan SDM, tentu saja nanti akan ada pendidikan terhadap orang-orang tersebut untuk mengelolanya," ujar Amsakar.

Ia menambahkan bahwa Batam sudah harus bergeser dari ketergantungan pada industri skala kecil yang sifatnya padat karya. Tantangan utama saat ini justru ada pada persiapan SDM lokal agar mampu memenuhi kebutuhan bursa kerja teknologi tinggi tersebut.

Efek Domino: Sektor Konstruksi hingga Kuliner Bergairah

Dampak bagi warga lokal ternyata sudah mulai terasa sejak tahap awal pembangunan. Proses konstruksi data center yang masif membutuhkan pasokan bahan bangunan dan menyerap tenaga kerja proyek dalam jumlah besar.

Tidak berhenti di situ, Amsakar menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi dari sektor digital ini secara otomatis menghidupkan sektor-sektor ikutan lainnya, terutama sektor informal yang bersentuhan langsung dengan masyarakat bawah.

"Pertumbuhan ekonomi itu memberikan multiplier effect. Tidak hanya bicara pada serapan tenaga kerja formal saja, tapi juga memberikan dampak positif terhadap sektor informal. Kuliner kita luar biasa, bisa kita lihat di Thamrin atau Bengkong, kegiatan kulinernya sangat subur. Selain itu, sektor properti, konstruksi, perdagangan jasa, pariwisata, hingga transportasi pasti akan ikut hidup," paparnya panjang lebar.

Angka Pengangguran dan Kemiskinan Justru Menurun
Meskipun dalam 1 hingga 2 tahun terakhir Batam gencar menerima investasi non manufaktur termasuk delapan proyek data center baru yang sedang berjalan indikator makroekonomi Batam justru menunjukkan tren positif.

Pertumbuhan investasi yang melejit berdampak langsung pada penurunan angka kemiskinan dan pengangguran.

Berdasarkan data terbaru yang dipaparkan BP Batam dalam rapat bersama Komisi II DPR RI, angka kemiskinan di Batam berhasil ditekan hingga turun 1,04 persen. Sementara itu, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) juga menunjukkan tren menurun, meski penurunannya berada di kisaran 0, sekian persen.

Amsakar mengungkapkan, tantangan pengangguran di Batam saat ini sebenarnya bukan disebabkan oleh minimnya lapangan kerja, melainkan tingginya arus migrasi pencari kerja dari luar daerah.

"Setelah kita buka data, angka pengangguran kita lebih disebabkan karena arus migrasi. Mereka yang masuk dan mengurus kartu pencari kerja (kartu kuning), dalam 6 bulan ke depan datanya sudah terhitung sebagai pengangguran data Batam, walaupun belum ber-KTP Batam," jelas Amsakar.

Melalui transformasi industri menuju era digital ini, Pemerintah Kota dan BP Batam optimistis bahwa kesejahteraan warga lokal akan tetap terjaga.

Tantangan terbesar kini berada di pundak generasi muda Batam untuk segera meningkatkan kompetensi digital agar tidak hanya menjadi penonton di tengah badai investasi ratusan triliun tersebut.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :