Negara Kecil Ini Ingin Lepas dari Inggris Usai Raja Charles III Naik Tahta

Negara Kecil Ini Ingin Lepas dari Inggris Usai Raja Charles III Naik Tahta

Pangeran Charles (Photo by Jane Barlow - WPA Pool/Getty Images)

London, Batamnews - Sebuah negara pula persemakmuran di Karibia, Antigua dan Barbuda berencana menggelar referendum untuk menjadi negara republik dan lepas sepenuhnya dari Inggris dalam tiga tahun ke depan.

Perdana Menteri Antigua dan Barbuda, Gaston Browne mengumumkan rencana referendum itu tak lama usai Inggris memproklamirkan Raja Charles III sebagai pemimpin kerajaan sekaligus kepala negara baru Inggris setelah Ratu Elizabeth II meninggal dunia Kamis pekan lalu.

"Ini adalah masalah yang harus dibawa ke referendum mungkin dalam tiga tahun ke depan," kata Browne kepada ITV News, seperti dikutip Reuters, Senin (12/9/2022).

Jika referendum berlangsung dan mayoritas suara mendukung pemisahan, langkah tersebut bisa membuat Raja Charles III digulingkan sebagai kepala negara Antigua dan Barbuda.

Baca juga: Inggris Tetapkan Pemakaman Ratu Elizabeth II 19 September sebagai Hari Libur

Brown mengatakan, menjadi negara republik adalah langkah terakhir demi menyempurnakan kemerdekaan dan memastikan Antigua dan Barbuda benar-benar sebuah bangsa yang berdaulat.

"(Menekankan referendum) bukan tindakan permusuhan," kata dia. Rencana ini juga disebut tidak akan melibatkan pensiun keanggotaan Persemakmuran.

Negara kepulauan kecil di Karibia ini merdeka dari Inggris pada 1981. Sejak itu, Antigua dan Barbuda menjadi salah satu negara Persemakmuran Inggris yang menjadikan Kerajaan Inggris sebagai simbol kepala negara mereka.

Browne tak segera merespons saat ditanya Reuters terkait rencana referendum ini. Reuters juga tak bisa memverifikasi laporan referendum itu secara independen.

Baca juga: Saat Hacker Bjorka Ungkap Munir, Curhat dan Ejek Puan Cs

Menurut data, Antigua dan Barbuda memiliki populasi kurang dari 100 ribu jiwa. Janji Browne muncul saat banyak wilayah di Karibia ingin menjadi republik.

Barbados misalnya, pada 2021 menggelar pemungutan suara untuk melepaskan diri dari monarki Inggris. Di Jamaika, partai yang kini berkuasa juga mengisyaratkan hal serupa.

Meskipun demikian, Browne tak menanggapi desakan luas masyarakat Antigua untuk mengadakan pemungutan suara.

"Saya pikir kebanyakan orang bahkan tidak memikirkannya," ujar dia kepada ITV.

(ruz)