Korban Banjir di Batam Terima Bantuan Sembako Bergambar Puan Maharani

Korban Banjir di Batam Terima Bantuan Sembako Bergambar Puan Maharani

Tumbur Sihaloho dan Sturman Panjaitan saat berikan bantuan paket sembako bergambar Puan Maharani (Foto: ist)

Batam, Batamnews - Warga yang terdampak banjir di Kampung Aceh, Kelurahan Mukakuning, Kecamatan Seibeduk, Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri) mendapat bantuan sembako bergambar Puan Maharani, Rabu (5/1/2022).

Sembako yang diberikan berjumlah 200 paket, yang setiap paketnya berisi beras, minyak goreng, dan gula. Dan 200 paket sembako lainnya diberikan di kawasan Mangsang, Seibeduk.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Batam yang  berasal dari daerah pemilihan (dapil) Seibeduk, Tumbur Sihaloho mengatakan, bantuan ini diberikan untuk membantu masyarakat yang terdampak banjir.

“Dan kebetulan ada perintah DPP kepada kami lewat program ibu Puan Maharani yang menugaskan untuk membantu masyarakat,” ujar Tumbur.

Baca juga: Ribuan Paket Sembako Bergambar Puan Maharani Menyapa Kota Batam

Selain memberikan bantuan sembako, Ia juga menyampaikan bahwa kawasan permukiman di Kampung Aceh juga perlu diperhatikan. Hal itu bertujuan ntuk mendukung tumbuh kembang generasi muda.

“Selanjutnya, memang kawasan ini membutuhkan perhatian agar menjadi hunian yang layak,” kata dia.

Sementara itu, Anggota DPR RI Dapil Kepri, Sturman Panjaitan yang juga ikut hadir dalam penyerahan bantuan itu menyampaikan bahwa negara bertugas untuk mensejahterakan rakyat, terlepas warga tersebut bermukim di lahan tidak resmi.

“Mau warga itu tinggal di ruli atau tidak, tetap harus dipedulikan, karena bagaimanapun ini warga Batam,” ujarnya.

Baca juga: Hujan Seharian di Batam, Mukakuning Banjir Hingga Setinggi Dada Orang Dewasa

Senada dengan Tumbur, Ia juga menyampaikan bahwa kawasan permukiman di Kampung Aceh harus diperhatikan. Agar jika terjadi hujan deras dengan durasi cukup panjang, tidak lagi ada banjir.

Ketua RT 002/RW 14, Agus Suhaeri meminta pemerintah dapat memikirkan cara agar musibah banjir tidak terjadi lagi. “Kami sebagai wargan tanpa diperjuangkan, tidak mampu apa-apa,” ujar Agus.

Sebelumnya diberitakan korban banjir di Mukakuning masih membutuhkan bantuan, akibat banjir yang melanda beberapa waktu lalu membuat sebagian rumah mereka rusak. Selain itu, pakaian mereka hanyut dan peralatan sekolah juga terbawa air.

Sebagian besar warga sudah kembali ke rumah mereka masing-masing. Berdasarkan pantauan Batamnews, sejumlah warga membersihkan sisa-sisa banjir dan menjemur kasur mereka.

(ret)