MU Mau Gantikan Ole dengan Profesor Gegenpress Ralf Rangnick?

MU Mau Gantikan Ole dengan Profesor Gegenpress Ralf Rangnick?

Foto: Getty Images

Manchester, Batamnews - Spekulasi pemecatan Ole Gunnar Solskjaer dari posisinya sebagai manajer Manchester United terus berhembus. Nama Ralf Rangnick kini jadi yang teratas.

Sebelum ini the Red Devils sudah sempat dihubung-hubungkan dengan Antonio Conte, ketika masa depan Ole juga dispekulasikan. Tapi kemudian MU keluar dari tekanan, Solskjaer aman, dan Conte pun ke Tottenham Hotspur.

Dengan hasil kembali tak berpihak pada Setan Merah, masa depan Solskjaer kembali jadi spekulasi. Yang jadi masalah, jika pun pemecatan dilakukan sekarang MU punya opsi yang relatif terbatas buat jadi pengganti.

Kini muncul nama Ralf Rangnick. Pria 63 tahun itu punya karier panjang di dunia pelatih, bahkan menginspirasi sosok macam Thomas Tuchel dan Jürgen Klopp, walaupun kini mengisi posisi teknis lain di klub Rusia Lokomotiv Moscow.

Profesor Gegenpress

Rangnick mulai merintis karier melatih pada tahun 1983, di usia 25 tahun, setelah kariernya bermain di level semi-profesional berjalan tidak istimewa.

Julukan profesor buat Rangnick lahir ketika ia menangani Ulm 1846. Setahun usai jadi pelatih di klub tersebut, ia tampil di televisi Jerman menjelaskan skema main dalam visinya: Gegenpress.

The Sun menyebut, penampilan Ralf Rangnick pada saat itu sendiri menuai olok-olok dari media Jerman. Ia disebut seperti kutu buku dengan kacamata-nya. Caranya menjelaskan diledek satir bagaikan seorang profesor.

Selanjutnya: Pengaruh buat Klopp dan Tuchel...

 

Di Gegenpress, tim yang kehilangan bola dengan cepat melakukan tekanan ke pemain lawan bahkan saat belum berada di area defensif. Gaya ini sejatinya tak dilahirkan Rangnick, tapi ia disebut sebagai pionir yang ikut mempopulerkan.

Gaya Gegenpress sendiri acapkali disebut-sebut sebagai pengembangan dari permainan pressing ketat yang diperkenalkan oleh Valeriy Lobanovskyi, pelatih legendaris Ukraina.

"[Gegenpress adalah] sebuah gaya sepakbola proaktif, mirip dengan cara main Borussia Dortmund dan Liverpool bersama Klopp," ujar Rangnick menjelaskan teori Gegenpress-nya.

"Kami suka menekan dari posisi depan, dengan counter-pressure yang sangat intens. Saat bola kami kuasai, kami tak suka mengoper ke belakang atau ke samping. Kiper juga tak bisa jadi pemain yang paling sering menyentuh bola."

"Nyaris di semua negara dan liga, kiper secara teknis adalah pemain yang paling terbatas dan oleh karena itu kami harus memastikan bahwa bola paling jarang sampai ke kakinya."

"Ini merupakan sebuah (gaya) sepakbola yang cepat, proaktif, menyerang, counter-attacking, counter-pressing, menarik, dan menghibur," tuturnya.

Klopp, yang kini dikenal dengan gaya tersebut, juga pernah mengapresiasi Ralf Rangnick. "(Rangnick) salah satu yang terbaik, bahkan mungkin pelatih Jerman yang terbaik."

Sementara Tuchel sendiri menyerap langsung gaya Gegenpress yang diterapkan Rangnick karena pernah main di bawah arahan si Profesor.

"Thomas menjadi pelatih lewat diriku. Ia adalah pemainku di Ulm dan harus pensiun karena cedera lutut. Aku memberinya pekerjaan sebagai pelatih U-15. Ia awalnya bahkan tak berencana jadi pelatih dan malah bekerja di sebuah bar di Stuttgart," sebut Rangnick seperti dikutip talkSPORT.

"Reaksi dari media dan yang lain di dunia sepakbola benar-benar tidak biasa," komentar Rangnick kepada ESPN.

"Alasan utama dari hal itu adalah bahwa 30 tahun sebelumnya, Franz Beckenbauer membuat tolok ukur buat mayoritas tim di negara kami ketika ia menciptakan posisi libero-sweeper buat dirinya sendiri."

"Pada pertengahan 1990-an, Franz sendiri bilang bahwa Anda tak bisa memainkan empat bek dengan marking zona karena pemain-pemain Jerman takkan paham bagaimana menerapkannya.

"Aku bertanya pada diri sendiri, apa iya kecerdasan pemain-pemain Jerman di bawah Belgia, Spanyol, atau Belanda? Buatku, itu tidak masuk akal," tuturnya.

(fox)