May Day di Bintan: Biasa Diwarnai Demo, Kini Galang Dana untuk Sembako

ilustrasi.

Bintan - Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Bintan, Serikat Pekerja dan Forum HRD se Bintan memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) dengan aksi bagi sembako. Hal ini dilakukan untuk membantu pekerja yang terdampak Covid-19 khususnya di sektor pariwisata.

Kepala Disnaker Bintan, Indra Hidajat mengatakan, peringatan Mayday kali ini tidak ada aksi di lapangan semacam unjuk rasa terkait isu ketenagakerjaan. Namun kini ada larangan untuk keramaian sehingga, kegiatan May Day menjadi gotong royong pengumpulan bantuan dan distribusi ke para pekerja.

“Kami bersama serikat pekerja, forum HRD dan perusahaan yang peduli terhadap kondisi karyawan terdampak Covid- 19 menggalang bantuan beras untuk membantu karyawan yang dirumahkan dan di PHK,” ujar Indra, Jumat (1/5/2020).

Saat ini pihaknya sedang melakulan koordinasi untuk pengumpulan bantuan. Rencana kegiatan peduli dan berbagi tersebut akan dilaksanakan pada 5-7 Mei mendatang

Nantinya Disnaker Bintan bersama pengawas tenaga kerja dari Provinsi Kepri juga akan mengakomodir kegiatan ini. Tentunya dia berharap semangat Mayday tetap ada dengan rasa saling tolong menolong antar sesama pekerja.

"Untuk jumlah paket sembako, lanjutnya, pihaknya belum dapat memastikan jumlahnya, karena saat ini sedang dalam tahap penggalangan," katanya.

Sementara itu, HR ClubMed Hotel Lagoi, Ifan mengatakan pihaknya saat ini melalui CSR perusahaan akan membantu menyumbang beras pada perayaan Mayday mendatang.

“Kami sudah siapkan beras dan akan kami serahkan nanti di Kantor Bupati sebagai titik kumpul bantuan May Day Peduli dan Berbagi,” sebutnya.

Meski, saat ini kondisi perusahaannya juga terdampak Covid-19 sangat besar. Tetapi perusahaan tetap harus melakukan kepedulian dengan rasa berbagi antar pekerja

“Ya semua susah, tapi paling tidak dengan sedikit berbagi, mengumpulkan dengan gotong royong, akan memberikan rasa yang besar untuk seluruh pekerja yang terdampak, seperti dirumahkan atau PHK,” jelasnya.

Ia menambahkan juga, aksi berbagi merupakan solusi di tengah masa pandemi yang belum tahu kapan berakhir.

(ary)