Negatif Corona, Warga Meranti di RSUD Karimun Boleh Pulang

Kepala Dinas Kesehatan Karimun, Rachmadi (Foto:Edo/batamnews)

Karimun - Seorang warga Rangsang, Meranti, Riau, yang sempat dirawat di ruangan isolasi RSUD Muhammad Sani Karimun, telah diperbolehkan pulang.

Pria yang inisial R itu diisolasi karena mengalami demam sepulang dari Malaysia, salah satu Negara yang dinyatakan terjangkit virus corona.

R dinyatakan negatif setelah hasil laboratorim yang dikirim Dinas Kesehatan Karimun ke Jakarta keluar.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun, Rachmadi mengatakan bahwa satu orang yang suspek telah diperbolehkan pulang.

"Pasien yang dari Rangsang itu sudah pulang sekarang. Sebelum pulang, dia sempat dirawat di ruangan biasa selama empat hari, setelah dirasa sudah baik maka diperbolehkan pulang," kata Racmadi, Sabtu (22/2/2020) di Kecamatan Belat.

Dikatakan Rachmadi, waktu keluarnya hasil tes laboratorium dari sampel yang kirim. Hanya selama tiga hari, sudah termasuk dengan jadwal hari pengiriman.

Selain R, Dinas Kesehatan juga memantau seorang pria yang pulang dari Cina yang melewati jalur dari Thailand kemudian Jakarta, Batam dan Karimun.

Diketahui, warga Karimun itu merupakan seorang pelajar yang sedang kursus di Cina. Dia pulang ke Indonesia lewat Thailand karena tidak adanya penerbangan Cina-Indonesia.

"Itu sebagai terpantau, atau status pemantauan, tetap masih di rumah," kata Rachmadi.

Sejak dilakukannya pemantauan terhadap warga Karimun itu. Dinas kesehatan tidak menemukan gejala atau ciri-ciri dari corona.

"Alhamdulillah, tidak ada keluhan, tidak ada gejala-gejala yang mengarah ke sana (corona)," ucap Kadinkes Rachmadi.

(aha)