Penjambret di Batuaji Terkapar Usai Dilawan Emak-emak
Immanuel Ginting, tersangka penjambretan di Batuaji.
Batam - Aksi kriminal jalanan di Batam acap terjadi. Namun kali ini, seorang penjambret di Batuaji kena batunya setelah dilawan oleh ibu rumah tangga alias emak-emak.
Adalah Immanuel Ginting (24) yang gagal menjambret seorang ibu pada Jumat (2/8/2019) pekan lalu. Immanuel mendapatkan perlawanan dari Ambida Siregar yang kala itu hendak menjemput anaknya di SMP Negeri 47 Batam.
Kapolsek Batuaji, Kompol Syafruddin Dalimunthe mengatakan saat itu Ambida sedang mengendarai sepeda motor seorang diri lewat jalan Simpang Basecamp, Batuaji
"Korban menggunakan motor matik sambil membawa tas berisi dompet dan surat berharga," ungkap Syafruddin, Senin (5/8/2019).
Ambida tak sadar perjalanannya telah diintai oleh Immanuel, yang sehari-harinya merupakan sopir angkutan umum. Tak jauh dari Simpang Basecamp, Immanuel memepet motor Ambida seraya merampas tas yang berada di dashboard motor langsung ditarik paksa
"Korban melakukan perlawanan sambil berteriak jambret, aksi tarik menarik pun sempat terjadi, akhirnya korban dan pelaku sama-sama jatuh di jalan aspal," tambahnya.
Melihat kejadian ini, pengendara lain tidak hanya tinggal diam, mereka mendatangi Ambida dan membantunya. Immanuel berhasil diringkus dan diserahkan ke polisi.
"Pelaku tidak sempat dihajar massa. Warga hanya mengamankan dan mengoordinasikan kejadian ini ke Polsek Batuaji," ucapnya lagi.
Immanuel kini harus meringkuk di sel tahanan Polsek Batuaji. Dia dijerat pasal 356 tentang pencurian disertai kekerasan dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.
Sementara itu, Immanuel mengaku terpaksa menjambret dengan alasan butuh uang untuk membiayai perobatan orang tuanya yang sedang sakit parah.
"Penghasilan sebagai sopir angkot Rp 90 ribu belum cukup untuk biaya pengobatan orang tua, makanya saya menjambret. Tapi baru kali ini saya menjambret," pungkasnya.
(jim)
Komentar Via Facebook :