https://www.batamnews.co.id

Nizar Ajak Masyarakat Lingga Perbanyak Ibadah di 10 Hari Terakhir Ramadan

Suasana i tikaf di Masjid Sultan Lingga (Foto:ist)

Lingga - Wakil Bupati Lingga, Muhammad Nizar mengajak masyarakat Negeri Bunda Tanah Melayu bersama-sama melakukan i'tikaf di 10 malam terakhir Ramadan. Tepatnya pada waktu sepertiga malam.

Nabi Muhammad SAW juga mengajarkan kepada umatnya untuk melakukan i’tikaf. Walaupun I’tikaf bisa dilakukan kapan saja. Nabi Muhammad SAW melakukan I’tikaf di 10 malam terakhir Ramadan dengan bertadarus membaca Al Quran dan merenung sambil berdoa.

"Semoga momen Ramadan tidak hilang begitu saja. Sebagai insan, seharusnya ini lah kesempatan kita untuk berbisik dan bermunajat kepada Allah SWT," kata Nizar ketika ditemui usai i'tikaf bersama istri di Masjid Sultan Lingga, Rabu (29/5/2019) malam.

Ia berharap, dengan i'tikaf tersebut masyarakat dapat sama-sama berdoa untuk keselamatan bangsa dan negara. Tak terkecuali untuk Kabupaten Lingga sendiri, agar keberkahan selalu tercurahkan.

"Saya mengajak dan mengimbau kepada pengurus masjid untuk membuat agenda i'tikaf seperti di tempat lain plus sahur berjamaah," ujarnya.

Kata Nizar, khusus di Singkep sebagian besar masjid sudah menggelar i'tikaf dengan program yang sudah matang. Sementara kawasan Daik baru masjid Sultan Lingga, Darul Hikmah Sawin, Muawwanah Cening dan Panggak Laut.

"Semoga tahun depan bisa kita ramaikan masjid-masjid di Kabupaten Lingga pada 10 hari terakhir di Bulan Ramadan ini," harapnya.

Apa itu i'tikaf?

I’tikaf sendiri berarti berhenti atau diam di dalam masjid dengan niat semata-mata untuk beribadah kepada Allah SWT. I’tikaf bisa dilakukan kapan saja dan hukumnya sunah bagi seluruh umat islam.

I’tikaf harus dilakukan di masjid dan lebih utama dilakukan pada sepuluh hari terakhir di bulan Ramadan, sebagaimana yang telah dilakukan Nabi Muhammad SAW. Sebagaimana yang tercantum pada sebuah hadits:

"Dari Ubay bin Ka’ab dan A’isyah, Rasulullah saw beri’tikaf pada sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan, hingga Allah menjemputnya (wafat)."

Melaksanakan I’tikaf di masjid pada malam hari merupakan harapan dan semangat dalam menunggu turunnya lailatul qadar dengan membaca al quran dan melantunkan berbagai doa malam lailatu qadar.

Karena adanya keutamaan malam lailatul qadar inilah orang berbondong-bondong melakukan i'tikaf di sepuluh hari terakhir bulan Ramadan di malam hari. Padahal sebenarnya i'tikaf juga bisa dilaksanakan pada siang hari bulan Ramadan.

(ruz)