Pintu Gerbang Hias Siap Semarakkan Malam 7 Likur di Lingga

Pemuda di Kampung Tanda tengah mempersiapkan pintu gerbang menjelang malam 7 likur (Foto:ist)

Lingga - Momentum bulan suci Ramadan, menjadi suasana tersendiri di kampung-kampung yang ada di Kabupaten Lingga, khususnya di Daik yang pernah menjadi pusat Kerajaan Riau-Lingga itu.

Persiapan Tradisi menghiasi malam ke-10 terakhir di bulan suci Ramadan sudah dilakukan warga setempat. Di sudut-sudut kampung, sore dan malam hari para pemuda disibukkan membangun pintu gerbang Tujuh Likur (27 Ramadan).

Tujuh Likur merupakan tradisi turun temurun warga Daik, Bunda Tanah Melayu yang terus dijaga. Berbagai persiapan telah pun dilakukan.

Para pemuda sibuk menyelesaikan pembangunan pintu gerbang yang dibangun di jalan-jalan utama sejumlah kampung.

Lazimnya, pintu gerbang yang dibangun, berbentuk masjid lengkap dengan ornamen-ornamen islam lainnya. Seperti kubah, bulan bintang dan tentunya seni kaligrafi dan motif-motif melayu yang akan menjadi hiasan utamanya.

Pintu gerbang yang dibangun tersebut dihiasi dengan lampu minyak tanah.

Pembuatan gerbang ini dilakukan diberbagai desa, diantaranya Desa Nerekeh, Kampung Budus, Kampung Pahang, Kampung Melukap, Kampung Tanda, Seranggung, Sawin serta beberapa desa lainnya di Lingga.

(ruz)