Pedasnya Harga Cabai Sumbang Inflasi Kepri

Pedagang cabai di Pasar Induk Jodoh, Batam. (Foto: dok. Batamnews)

Batam - Pada April 2019, Indeks Harga Konsumen (IHK) Provinsi Kepulauan Riau yang meliputi Kota Batam dan Kota Tanjungpinang menunjukkan inflasi sebesar 0,18 persen.

Inflasi terjadi karena kenaikan Indeks Harga Konsumen dari 136,93 di bulan Maret 2019 menjadi 137,18 di bulan April 2019. Inflasi tahun kalender (Januari s.d April 2019) sebesar 0,49 persen. Inflasi tahun ke tahun (April 2019 terhadap April 2018) sebesar 3,20 persen. 

"Dari 2 kota IHK di Provinsi Kepulauan Riau, tercatat Kota Batam dan Kota Tanjungpinang mengalami inflasi masing-masing sebesar 0,18 persen dan 0,16 persen" ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepri, Zulkipli dalam siaran persnya, Sabtu (4/5/2019). 

Dilihat dari kelompoknya, inflasi yang terjadi di bulan April ini disebabkan oleh naiknya indeks empat kelompok yaitu: kelompok bahan makanan naik sebesar 0,90 persen kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau naik sebesar 0,09 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar naik sebesar 0,12 persen; dan kelompok kesehatan naik sebesar 0,10 persen. 

Sebaliknya, terdapat dua kelompok yang mengalami penurunan indeks yaitu: kelompok sandang turun sebesar 0,19 persen; serta kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan turun sebesar 0,22 persen. Sedangkan kelompok yang tidak mengalami kenaikan dan penurunan yaitu kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga. 

Andil komoditas yang mendorong inflasi bulan april 2019 di provinsi Kepri paling tinggi dari Cabai Merah yang mencapai 0,162 persen disusul kacang panjang yang mencapai 0,054 persen. 

"Untuk Andil komoditas yang mendorong inflasi bulan April di kota batam tertinggi bersumber dari 0,175 persen disusul kacang panjang 0,056 persen," katanya. 

Sebelumnya harga cabai rawit di Kota Batam mencapai Rp 70 ribu per kilogram, dari harga sebelumnya hanya Rp 35 ribu per kilogram.  

Dari 23 kota IHK di Sumatera, tercatat 23 kota mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Medan sebesar 1,30 persen dan inflasi terendah terjadi di Kota Tanjungpinang sebesar 0,16 persen. Kota Batam dan Kota Tanjungpinang menduduki peringkat ke 22 dan ke 23 dari 23 kota yang mengalami inflasi di Sumatera.

Kota Batam dan Kota Tanjungpinang dari 77 kota yang mengalami inflasi se-Indonesia menduduki peringkat ke 70 dan ke 73. 

(ret)