Kenaikan Harga Tiket Pesawat Dorong Angka Inflasi Kepri

Ilustrasi

Batam - Tekanan inflasi indeks harga konsumen (IHK) Provinsi Kepri pada triwulan IV 2018 mengalami peningkatan. Berdasarkan data yang dirilis Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kepri, tercatat 3,47 persen (yoy).

Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Kepri, Gusti Raizal Eka Putera mengatakan, angka inflasi tersebut lebih tinggi dibanding triwulan sebelumnya sebesar 3,18 persen (yoy).

"Komoditas penyumbang inflasi adalah angkutan udara dengan inflasi 15,34 persen (yoy)," ujar Gusti di Sukajadi, Batam, Senin (25/2/2019).

Ia merincikan, data penumpang jasa angkutan udara Provinsi Kepri pada periode Desember 2017- Desember 2018 mengalami penurunan. Dilihat dari kedatangan dan keluar dari Kepri baik domestik maupun luar negeri turun 15,62 persen.

"Ini mungkin dampak kenaikan harga tiket. Kita akan coba cermati data tiket," kata dia.

Sedangkan secara tahunan, tercatat angka IHK Kepri sebesar 2,71 persen (yoy) dengan komoditas utama penyumbang inflasi adalah sepeda motor, ikan tongkol dan cabai merah.

Sedangkan IHK Kepri Januari 2019 mengalami inflasi sebesar 0,13 persen (mtm), serta lebih rendah dibandingkan IHK nasional sebesar 0,32 persen.

Gusti menyebutkan, pada triwulan I-2019 laju inflasi diperkirakan melambat. Hal ini dikarenakan tekanan inflasi diperkirakan mereda seiring dengan menurunnya konsumsi setelah faktor musiman natal dan tahun baru.

"Namun ada beberapa resiko inflasi, diantara angin musim utara menyebabkan gelombang tinggi yang didapat mengakibatkan terhambatnya jalur distribusi bahan makanan," jelasnya.

Kemudian resiko lain berupa penyesuaian tarif dan upah pada awal tahun, tren peningkatan harga emas dunia dapat memicu inflasi sandang.

"Serta rencana kenaikan tarif batas bawah dan penerapan bagasi berbayar oleh maskapai penerbangan dapat memicu inflasi transpor, komunikasi dan jasa keuangan (angkutan udara)," katanya.

(ret)