Pemko Tanjungpinang Cari Solusi Nasib Ratusan Karyawan Pabrik Teh Prendjak

Pemko Tanjungpinang Cari Solusi Nasib Ratusan Karyawan Pabrik Teh Prendjak

Seorang pekerja pabrik Teh Prendjak Tanjungpinang melintas di depan pagar yang disegel Polda Kepri. (Foto: Yogi/Batamnews).

Tanjungpinang - Pasca-berhenti beroperasi, nasib ratusan karyawan PT Panca Rasa Pratama, kini terkatung-katung. Hal ini menjadi atensi Pemko Tanjungpinang. Produsen Teh Prendjak itu tak beroperasi usai pabrik mereka disegel Polda Kepri terkait kasus limbah.

Pemko Tanjungpinang dalam waktu dekat akan bertemu dengan manajemen PT PRP.

Walikota Tanjungpinang, Syahrul mengatakan, pertemuan itu untuk membahas mengenai nasib ratusan karyawan yang dirumahkan.

"Secepatnya bertemu untuk mencari solusi, saat ini pemilik perusahaan tidak ada di tempat," kata Syahrul, Rabu (6/3/2019).

Berhentinya operasi perusahaan terbesar di Tanjungpinang itu diprediksi berdampak sosial.

"Proses hukum tetap berjalan, yang sekarang pemerintah perjuangan kan itu para pekerjanya," ujarnya.

Ia menyebutkan, jika perusahaan itu berhenti total tentunya berpengaruh pada iklim perekonomian di Tanjungpinang. Saat ini katanya, pihak Pemda masih tidak bisa masuk kedalam perusahaan, sebab pintu masuk utama masih diberi garis polisi. Proses hukumnya masih berjalan saat ini.

"Perusahaan tak hanya menjual produk di Tanjungpinang saja, tapi diluar daerah juga, itu masuk pada pendapatan asli daerah juga," sebutnya.

Dalam pertemuan dengan pemilik perusahaan nanti, kata Syahrul, Pemko dan manajemen akan mencari solusi terbaik terkait nasib karyawan PT. PRP.

(adi)