BI Launching Sistem Pembayaran dan Keuangan Digital

BI Launching Sistem Pembayaran dan Keuangan Digital

Launching Sistem Pembayaran dan Keuangan Digital di kawasan wisata Golden City untuk tingkatkan devisa pariwisata. (Foto: Ist)

Batam – Bank Indonesia (BI) meluncurkan intensifikasi elektronifikasi sistem pembayaran dan keuangan digital di kawasan wisata Golden City, Minggu (3/3/2019). Sistem Pembayaran ini diharapkan dapat mendorong kelancaran transaksi oleh wisatawan dan meningkatkan kontribusi penerimaan devisa pariwisata.

Hal ini juga berkaitan dengan Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) yang dicanangkan oleh BI dan Pemerintah pada 14 Agustus 2014 lalu. Gunanya mendorong masyarakat menggunakan sistem pembayaran dan instrumen non-tunai dalam melakukan transaksi.

Melalui GNNT, diharapkan dapat memberikan manfaat, antara lain praktis, akses lebih luas, transparansi transaksi, efisiensi rupiah dan perencanaan ekonomi yang lebih akurat. Bank Indonesia saat ini semakin concern terhadap pengembangan pariwisata, karena Pariwisata merupakan kontributor devisa tertinggi ke-3 setelah CPO dan Batu Bara.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI), Kepri, Gusti Raizal Eka Putra menyebut, di tengah kondisi pertumbuhan ekonomi yang melambat, yang bisa memberikan devisa dalam waktu singkat adalah sektor pariwisata. Sehingga hal ini diharapkan dapat mengurangi Current Account Defisit. Selanjutnya, Sektor Pariwisata juga merupakan salah satu penyumbang PDB, Devisa dan lapangan kerja yang mudah dan murah.

“Semoga hal ini menjadi wujud komitmen kita semua terhadap peningkatan pariwisata khususnya di Kota Batam yang memberikan dampak positif terhadap perekonomian dan keandalan Sistem Pembayaran di negeri kita,” kata Gusti.

Elektronifikasi transaksi pada daerah wisata juga bertujuan untuk menciptakan less cash society dan meningkatkan inklusivitas keuangan, kunjungan wisatawan asing dan domestik serta kontribusi pariwisata terhadap PDB.

“Kami melihat terdapat peluang untuk meningkatkan devisa dari sektor pariwisata, di mana dengan Penyediaan layanan SP tunai dan non tunai dapat mendorong kelancaran transaksi oleh wisatawan dan meningkatkan kontribusi penerimaan devisa pariwisata,” ujarnya.

Bank Indonesia sebagai regulator di bidang Sistem Pembayaran menginisiasi sebuah program nasional yang disebut Gerbang Pembayaran Nasional (GPN). Sistem GPN inilah yang digunakan dalam intensifikasi elektronifikasi, Sistem Pembayaran dan Keuangan Digital di destinasi wisata Golden City.

Kehadiran GPN diharapkan dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat dan memudahkan masyarakat untuk melakukan transaksi pembayaran dengan biaya lebih  rendah.

Biaya yang lebih rendah tersebut dapat dinikmati oleh pedagang (merchant) dan pembeli. Manfaat yang dirasakan oleh merchant adalah penurunan Merchant Discount Rate yang semula berkisar antara 2% sampai dengan 3% menjadi hanya 1%. Sementara, masyarakat pemegang kartu dapat menikmati turunnya biaya administrasi.

Diluncurkannya GPN merupakan momentum penting dalam implementasi Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia. GPN menjadi terobosan dalam menghilangkan fragmentasi melalui interkoneksi dan interoperabilitas antar Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran.

(das)