https://www.batamnews.co.id

Capaian Ekonomi Kepri Tahun Lalu Belum Turunkan Tingkat Pengangguran

Kantor Bank Indonesia Kepri. (Foto: Batamnews)

Batam - Bank Indonesia Kepri mencatat indikator ketenagakerjaan pada Agustus 2018 lalu melambat dibandingkan capaian posisi Februari 2018. Hal ini ditunjukkan oleh peningkatan jumlah pengangguran yang memicu tingkat pengangguran terbuka (TPT) pada Februari 2018 dari 7,12 persen pada Agustus 2018.

Kepala Kantor perwakilan Bank Indonesia (BI), Gusti Raizal Eka Putera mengatakan, walaupun pertumbuhan ekonomi Kepri menguat, tidak disertai dengan serapan tenaga kerja tahun lalu. BI merilis kajian ekonomi Kepri Triwulan IV 2018.

Pertumbuhan ekonomi Kepri pada triwulan IV 2018 tercatat sebesar 5,48 persen, naik dibandingkan triwulan sebelumnya yang hanya sebesar 3,4 persen. "Masih belum bisa menurunkan tingkat pengangguran," ujar Gusti di Sukajadi, Batam, Senin (25/2/2019).  

Ia menyebutkan jumlah angkatan kerja pada Agustus 2018 adalah sebesar 970,132 orang, tumbuh melambat sebesar 0,42 persen (yoy) dibandingkan dengan dengan jumlah angkatan kerja pada tahun lalu sebesar 3,72 persen (yoy) dengan jumlah angkatan kerja sebesar 966,091 orang.

"Sedangkan jumlah orang yang bekerja yang tercatat tumbuh 0,46 persen (yoy), melambat dibandingkan dengan tingkat pertumbuhan pada Agustus 2018," katanya.

Untuk pertumbuhan jumlah pengangguran di Kepri pada posisi Agustus 2018 masih mengalami kontraksi atau pertumbuhan negatif sebesar 0,07 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan Agustus tahun lalu yang tercatat terkontraksi atau tumbuh negatif sebesar 3,44 persen (yoy).

"Sejalan dengan penurunan jumlah angkatan kerja, tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) juga mengalami penurunan dari 71,85 persen pada Februari 2018 menjadi 64,72 persen pada Agustus 2018," kata dia.

Berbeda dengan serapan tenaga kerja yang melambat, jumlah penduduk miskin di Kepri justru mengalami penurunan sebagai dampak dari pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun 2018. Hal ini terlihat dari persentase penduduk miskin September 2018 sebesar 5,83 persen lebih baik dibandingkan Maret 2018 sebesar 6,20 persen.

Pada September 2018, tercatat sebanyak 125.362 orang penduduk yang masuk kategori miskin sedangkan pada Maret 2018 tercatat sebanyak 131.676 orang.

"Capaian ini juga lebih baik dibandingkan periode yang sama tahun lalu dimana jumlah penduduk miskin sebanyak 128,462 atau 6,13 persen," jelasnya.

(ret)