Pertumbuhan Ekonomi Kepri Diperkirakan Melambat, Ini Penyebabnya
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepri, Gusti Raizal Eka Putera.
Batam - Pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepri pada triwulan I 2019 diperkirakan akan melambat dengan kisaran 4,8 persen - 5,2 persen (yoy). Berbeda dengan triwulan IV 2018 yang naik sebesar 5,48 persen (yoy).
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepri, Gusti Raizal Eka Putera mengatakan bahwa perlambatan itu merupakan faktor musiman.
“Suatu kondisi secara historis memang selalu terjadi penurunan dibandingkan triwulan 4 di tahun sebelumnya,” ujar Gusti, Senin (25/2/2019).
Kondisi tersebut dipicu oleh perlambatan kinerja konsumsi rumah tangga dan investasi pada sisi pengeluaran. Dan juga sektor pertambangan dan penggalian serta sektor industri pengolahan pada sisi lapangan usaha.
“Pertambangan ada sinyal perbaikan harga migas, lalu pada sektor investasi ada beberapa investor baru yang akan masuk, tapi itu belum terealisasi,” jelasnya.
Akan tetapi rencana pembangunan infrastruktur bisa mendorong pertumbuhan ekonomi, seperti pelebaran jalan maupun perbaikan pelabuhan. Diperkirakan akan mendorong pariwisata.
“Kalau ini didorong secara serius, perkiraan pertumbuhan ekonomi bisa lebih, bukan hanya pada angka 4,8 % - 5,2 % tapi bisa diatas itu,” katanya.
Selain itu faktor lain yang cukup berpengaruh pertumbuhan ekonomi dengan adanya penyelenggaraan pemilihan umum (pemilu), yang akan dilaksanakan April mendatang.
Karena saat ini investor baru masih wait and see untuk mengantisipasi pemilu 2019.
“Pemilu mendatang diharapkan bisa berjalan baik, aman dan lancar, ini bisa jadi signal positif bagi investasi,” ucapnya.
Namun diperkirakan pada triwulan II dan triwulan III, pertumbuhan ekonomi akan kembali menguat.
(ret)
Komentar Via Facebook :