Rekonstruksi Pembunuhan Gadis Tionghoa

Sebelum Dibunuh, Fitri Sempat Berteriak Minta Tolong

Sebelum Dibunuh, Fitri Sempat Berteriak Minta Tolong

Tersangka Yudha Lesmana memeragakan salah satu adegan dalam rekonstruksi pembunuhan Fitri Suryati. (Foto: Yude/batamnews).

Dodo

Batam - Rekonstruksi kasus pembunuhan gadis Tionghoa, Fitri Suryati di Mapolresta Barelang menguak fakta baru alur peristiwa sadis yang terjadi Senin (11/2/2019) lalu.

Dalam rekonstruksi, Senin (4/3/2019), diketahui gadis itu ternyata tak langsung dibunuh oleh tersangka Yudha Lesmana.

Fitri dihabisi setelah siuman dari pingsannya yang kemudian berteriak. Perempuan itu pingsan setelah sebelumnya sempat dicekik oleh Yudha.

Ada sekitar 15 adegan rekonstruksi dalam perencanaan pembunuhan Fitri. Eksekusi terhadap gadis 24 tahun itu dilakukan Yudha mulai dari adegan 11 hingga adegan ke-14.

Fitri dicekik dari belakang setelah dia menerima kertas berisikan nomor telepon dari Yudha. Saat itu Fitri pergi masuk ke dalam rumah lalu Yudha langsung mencekiknya dari belakang hingga pingsan.

Setelah korban pingsan, Yudha lalu membawa tubuhnya masuk ke dalam kamar. Tangan Fitri diikat dengan kabel charger yang ada di kamar tersebut.

Merasa korban sudah tak berdaya, Yudha lalu mengambil barang milik korban berupa laptop dan handphone yang kemudian dikemas dan dimasukkan ke dalam tas.

Namun ketika Yudha hendak meninggalkan rumah korban, Fitri tersadar dan berdiri serta berteriak meminta tolong.

Di saat itulah, Yudha panik dan langsung membekap mulut Fitri sambil mencekiknya kembali. Setelah Fitri tumbang, Yudha lalu mengeluarkan pisau dan menusukkannya berkali-kali ke tubuh perempuan itu hingga meninggal dunia.

Baca: Fitri Dihabisi Secara Sadis, Dokter Temukan 10 Tusukan di Leher

Di adegan ini, abang kandung korban Iskan Yu langsung berteriak dan menangis melihat kenyataan yang dilakukan Yudha.

"Tega kau binatang, pasti adikku kau seret kan ke kamar. Karena jarak pintu masuk ke kamar itu cukup jauh," teriak Iskan sambil terisak-isak melihat kenyataan tersebut.

Pihak kepolisian pun sempat tidak nyaman dengan apa yang dilakukan oleh Iskan tersebut, karena Iskan seperti tidak menerima apa yang dilakukan Yudha.

Baca: Rekonstruksi Pembunuhan Bengkong Sempat Terhenti di Adegan ke-12

Setelah petugas memberikan penjelasan, bahwa apa yang direka ulang saat ini adalah benar dan tidak dibuat-buat. Setelah mendengar penjelasan dari petugas, Iskan sedikit mereda emosinya, namun masih menangis dan rekonstruksi pun dilanjutkan.

Pada adegan selanjutnya, yaitu setelah Fitri dihabisi dengan sadis, Yudha lalu berusaha menghilangkan barang bukti berupa CCTV yang terpasang di ruang utama korban.

Kemudian Yudha keluar dengan membawa barang curiannya berupa laptop dan ponsel yang sudah dimasukkan ke dalam tas, dengan mengendarai sepeda motor yang dibawanya. 

(ude)
 

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :