https://www.batamnews.co.id

Tenaga Kesehatan di Desa Tak Disiplin Dapat Perburuk Citra Pemerintah

Ilustrasi

Lingga - Perilaku tidak disiplin yang diterapkan tenaga kesehatan di polindes dan pustu akan merugikan warga di tempat mereka bertugas. Terlebih lagi, mereka merupakan garda terdepan pelayanan kesehatan sebelum naik ke puskesmas dan rumah sakit.

Praktisi dan Pemerhati Kesehatan Kabupaten Lingga, dr Yan Cahyadi Anas menilai, jika kinerja petugas polindes dan pustu bagus, pemerintah daerah pasti memiliki pamor yang baik di mata masyarakat. Sedangkan jika petugas tersebut bertingkah, program yang bagus dari pemerintah tidak akan berjalan di lapangan.

"Jadi, pemerintah ada peran melalui pembinaan, karena pembinaan ini penting. Tidak akan bagus tanpa pembinaan yang kontinu, ibaratnya tak akan subur tanaman tanpa disirami dan diberi pupuk secara konsisten," kata dia kepada Batamnews.co.id, Rabu (13/2/2019).

Baca: Dinkes Minta Warga Lapor Petugas Polindes dan Pustu Tak Disiplin

Yan mencontohkan, program berobat gratis misalnya. Dengan program ini pastinya warga yang ingin berobat tidak dipungut biaya. Tapi, saat pelaksanaan di lapangan, pasien masih ada yang dikenakan bayaran, dengan begitu jika ini terjadi, pasti pemerintah akan kebakaran jenggot.

"Semua ada peran pada performa yang jelek ini menurut saya. Karena kesehatan merupakan hak dasar masyarakat yang harus dipenuhi pemerintah, baik itu pusat maupun daerah sesuai jenjang masing-masing," ujarnya.

Lanjut dia, pemerintah daerah membentuk Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk membuat regulasi yang akan diterapkan daerah sesuai visi dan misi kepala daerah, membuat program, melakukan monitoring dan evaluasi serta supervisi ke jenjang dibawahnya.

Kemudian, puskesmas merupakan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) yang melaksanakan kebijakan yang ditetapkan daerah. Maka, semuanya secara berjenjang dari atas hingga ke bawah memiliki peranan dan fungsi masing-masing yang berdampak pada performa petugas di lapangan.

"Yang paling dekat dengan petugas polindes dan pustu itu adalah puskesmas, karena mereka berada di tatanan atas. Tapi yang membuat saya sedih hingga hari ini masih ada yang bertugas di pustu maupun polindes statusnya masih sukarela, tanpa gaji tetap," tuturnya.

Baca: Praktisi Minta Pemerintah Perhatikan Kesejahteraan Tenaga Kesehatan Desa

Dengan begitu, disebalik perilaku disiplin yang perlu diterapkan petugas kesehatan di desa, pemerintah daerah juga sepatutnya memberikan perhatian kepada petugas tersebut. Sehingga tingkat kesejahteraan mereka teperhatikan.

Namun, bukan berarti selama petugas tersebut belum mencapai tingkat kesejahteraannya, mereka boleh bertindak sesuka hati atau berperilaku tidak disiplin. Pasalnya, tindakan tersebut akan merugikan banyak orang.

(ruz)