Kepri Rawan Penyelundupan, Kapolri: Kami Sudah Petakan Titik Rawan

Kepri Rawan Penyelundupan, Kapolri: Kami Sudah Petakan Titik Rawan

Kapolri, Jendral Tito Karnavian. (Foto: Johannes Saragih/Batamnews)

Batam - Provinsi Kepri termasuk daerah yang rawan penyelundupan. Hal ini menjadi perhatian khusus Kapolri, Jendral Tito Karnavian.

Tito menegaskan pihaknya tak ingin memberi celah sedikitpun untuk penyelundupan ini. Negara sangat dirugikan dengan aksi tersebut

Saat menghadiri kunjungan kerja ke Batam bersama Panglima TNI, Selasa (15/1/2019), Tito menyebutkan, dalam hal ini ada 2 jenis penyelundupan yang selama ini terjadi, yaitu penyelundupan administrasi melalui pelabuhan resmi, dan penyelundupan fisik melalui pelabuhan tidak resmi.

"Penyelundupan administrasi contohnya seperti dokumentasinya A isinya ferari (mobil), dan kalau penyelundupan fisik, jelas jelas tidak ada surat masuk melalui jalur pelabuhan tikus," tukasnya.

Ia mengatakan Polri sudah memetakan jalur-jalur penyelundupan dan menjalin koordinasi dengan instansi lainnya menindak.  

"Polri membantu melakukan sosialisasi di titik rawan pelabuhan resmi dengan memperketat pengawasan maupun pelabuhan non resmi dengan memberi penyuluhan kepada masyarakat oleh polda polres polsek untuk memberikan pengertian kepada mereka," sebut Tito.

Koordinasi kuat dengan  Bea cukai, TNI dan KKP dalam patroli di daerah rawan penyelundupan menjadi hal penting. Begitu juga terkait deteksi dan intelijen dalam penindakan.

"Harapan kami dengan perhatian khusus dalam mengawasi potensi penyelundupan, maka ekonomi kita akan lebih baik," lanjut Tito.

Ditempat yang sama, Panglima TNI  Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan akan mengerahkan satuan kewilayahan melakukan patroli rutin. " Kita mendukung penuh kinerja Bea dan Cukai. TNI AL melalui kapal-kapalnya atau KRI," ujarnya.

(jim)