Bea Cukai Kepri Sita Ribuan Dus Miras Selundupan, Negara Dirugikan Rp 17 Miliar

Bea Cukai Kepri Sita Ribuan Dus Miras Selundupan, Negara Dirugikan Rp 17 Miliar

BC menggelar konfrensi pers terkait tegahan dan hasil penindakan kasus penyelundupan di Perairan Kepri. (Foto: Edo/Batamnews(

Karimun - Sebanyak 1.303 dus minuman keras berbagai merk ditegah patroli Bea Cukai Kepri. Minuman beralkohol tersebut disimpan dengan modifikasi bagian kapal LCT Hansen Samudera I. Gunanya untuk mengelabui petugas.

Penangkapan yang dilakukan di perairan Horsburgh tersebut merupakan penegahan terbesar yang dilakukan DJBC Kepri di wilayah laut.

Kepala Kanwil DJBC Kepri, Agus Yulianto mengatakan bahwa LCT membawa minuman mengandung etil alkohol (MMEA) berbagai merk dengan jumlah besar.

"Dulu masih pakai speed dengan muatan puluhan hingga ratusan kotak saja. Sekarang ini menggunakan LCT dengan jumlah cukup banyak, yaitu 1.303 dus minuman keras," kata Agus, Rabu (9/1/2019).

Agus menyebutkan, LCT yang ditegah tersebut menyembunyikan minuman di sisi Kapal. Sehingga, tidak terlihat dan seolah-olah tidak membawa barang.

"Kita harus jeli dalan pemeriksaan, karena mereka menyimpan ditempat tersembunyi. Untuk masuk ke dalam tempat penyimpanan harus merangkak dan mendobrak," ujar dia.

MMAE berbagai merk seperti Chivas Regall, Bacardi, Jose Guerdo, Martel dan lainnya tersebut senilai Rp 8,5 miliar.

Total minuman beralkohol yang diangkut kapal tersebut sebanyak 12.294 botol dengan nilai barang Rp 8.542.260.000 dan perkiraan potensi kerugian negara karena penyelundupan ini sebesar Rp 17.803.088.250.

"Ini merupakan tangkapan minuman beralkohol terbesar, dengan nilai yang sangat besar," ucap dia.

Berdasarkan pengakuan nakhoda, minuman beralkohol tanpa dilengkapi dokumen tersebut diduga hendak dibawa ke Palembang, Sumatera Selatan. Kemudian, tidak hanya sekali ini saja melakukan penyelundupan.

Saat ditanyakan mengenai sudah seringnya penyelundupan dan lepas dari pengawasan, Agus membantah jika pihaknya kecolongan. Ia mengatakan luasnya wilayah laut menjadi tantangan selama ini. "Yang jelas kita selalu upayakan yang maksimal, agar penyelundupan tidak terjadi," ujar dia.

(aha)