Pengguna Reddit di Singapura Sayangkan Pemerintahnya Ogah WFH: Padahal Warganya Sudah Banyak yang Stress

Pengguna Reddit di Singapura Sayangkan Pemerintahnya Ogah WFH: Padahal Warganya Sudah Banyak yang Stress

ilustrasi

Nurjali

Singapura, Batamnews - Seorang pengguna Reddit baru-baru ini memicu perbincangan hangat setelah mempertanyakan mengapa Singapura tidak mendorong kebijakan kerja dari rumah atau Work-From-Home (WFH). Menurutnya, kebijakan ini bisa membawa manfaat besar, terutama untuk kesehatan mental.

Unggahan di forum r/askSingapore pada Rabu, 1 April 2026  itu langsung ramai disorot. Dalam hitungan hari, unggahan tersebut meraih lebih dari 500 tanda dukungan dan 200 komentar dari warganet.

Media Singapura menyebut, pengguna dengan nama akun u/Thin_Turn6201 mengawali diskusi dengan sentilan halus. Ia menyebut Singapura sebagai negara yang "sudah sangat tertekan" dan "selalu terburu-buru mengejar target performa terbaik."

Baca juga: Imigrasi Batam Periksa Oknum Diduga Pungli WNA Singapura dan Myanmar di Batam Center

Baginya, mengurangi waktu perjalanan dengan membolehkan karyawan WFH adalah langkah logis. Bukan hanya soal produktivitas, tapi juga kesehatan mental.

"Singapura harus merangkul teknologi dan memberi fleksibilitas pada pekerja," tulisnya.

Tak berhenti di situ, ia juga mengaitkan WFH dengan masalah genting yang sedang dihadapi Singapura: tingkat kelahiran. Menurutnya, fleksibilitas bekerja bisa mendorong pasangan muda untuk memiliki anak.

Data dari Departemen Statistik memang menunjukkan tingkat kesuburan total Singapura di tahun 2025 berada di titik terendah sepanjang sejarah, yakni 0,87. Sebuah studi dari Universitas Nasional Singapura (NUS) juga menemukan adanya hubungan antara pengaturan kerja yang fleksibel dengan keinginan memiliki anak di kalangan muda, lajang, dan pekerja.

Dalam unggahannya, pengguna tersebut juga menyoroti padatnya transportasi umum. "Pernah lihat peron Bishan jam 7 pagi atau 7 malam? Sesaknya sampai tidak aman. Semua itu karena kita takut telat kerja," keluhnya.

Meski gagasan tersebut mendapat dukungan, tak sedikit warganet yang menolak mentah-mentah. Diskusi di kolom komentar justru menunjukkan kekhawatiran akan sisi lain dari WFH.

Sejumlah pengguna khawatir jika WFH menjadi kebiasaan, perusahaan akan lebih mudah mengalihdayakan pekerjaan ke luar negeri dengan biaya lebih murah. Ada juga yang mengaku dari pengalaman, efisiensi dan hasil kerja justru menurun saat karyawan sepenuhnya bekerja dari rumah.

Sebagian warganet lainnya mencoba mengambil jalan tengah. Mereka mengusulkan WFH cukup dilakukan satu atau dua hari dalam seminggu. Cara ini dinilai cukup memberi manfaat tanpa mengorbankan efektivitas tim.

Yang menarik, beberapa komentar menyoroti bahwa meski wacana ini ramai, kesehatan mental sebenarnya masih belum menjadi prioritas utama di Negeri Singa.

Pembahasan soal WFH memang bukan kali ini saja mencuat. Sejak masa pandemi Covid-19, kebiasaan bekerja dari rumah sempat menjadi pemandangan umum. Kini, bentuknya berubah menjadi kebijakan formal.

Baca juga: Selat Hormuz Tersumbat? PM Wong: Ancam Rantai Pasok Singapura, Pemerintah Siapkan Skenario Darurat

Pada tahun 2024, pemerintah Singapura melalui Tripartite Guidelines on Flexible Work Arrangement Requests (TG-FWAR) mewajibkan perusahaan untuk mempertimbangkan dan menanggapi permintaan pengaturan kerja fleksibel dari karyawan.

Meski aturan telah ada, diskusi seperti yang dipicu di Reddit ini menunjukkan bahwa harapan publik terhadap fleksibilitas kerja ternyata masih jauh dari kata usai.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :