Operasi Gabungan Jelang Akhir Tahun: Lebih dari 500 Orang Ditahan dalam Razia di Singapura

Operasi Gabungan Jelang Akhir Tahun: Lebih dari 500 Orang Ditahan dalam Razia di Singapura

Ilustrasi obat-obatan terlarang narkoba (Freepik)

Nurjali

Singapura, Batamnews - Singapura melancarkan operasi gabungan besar-besaran menjelang periode akhir tahun, yang berlangsung hampir sebulan dan melibatkan ribuan personel. Hasilnya, 546 orang ditangkap dan 1.771 lainnya sedang menjalani penyelidikan atas berbagai tindak pidana.

Operasi yang dinamakan sebagai "festive crackdown" ini digelar dari 22 November hingga 20 Desember, sebagai upaya pencegahan aktivitas ilegal selama musim liburan. 

Lebih dari 4.500 petujuh dari berbagai divisi Kepolisian Singapura (SPF) bekerja sama dengan sejumlah badan seperti Otoritas Bea Cukai, Badan Narkotika Pusat (CNB), dan Otoritas Imigrasi.

Baca juga: Respon Cepat 110 Gagalkan Percobaan Pencurian Motor di Sagulung

Rentetan Operasi di Berbagai Lokasi

Secara total, lebih dari 1.400 operasi digelar di seluruh penjuru pulau. Polisi mencatat beragam pelanggaran yang terungkap, mulai dari narkoba, prostitusi, perjudian ilegal, pelanggaran ketenagakerjaan, hingga kepemilikan rokok elektrik atau vape yang dilarang.

Beberapa operasi spesifik yang diungkapkan polisi antara lain:

  1. Penertiban Spa Ilegal di Jurong East: Tiga tempat pijat di Jurong East Avenue 1 ditutup karena beroperasi tanpa izin. Dari salah satunya, ditemukan aktivitas prostitusi. Empat belas wanita berusia 30-50 tahun ditahan.
  2. Penggerebekan Judi Kuda di Bukit Batok: Sepuluh orang (9 pria, 1 wanita) berusia 52-78 tahun diselidiki terkait taruhan ilegal di sebuah coffeeshop. Uang tunai lebih dari S$10.000 disita.
  3. Razia Narkoba dan Vape di Kawasan Utara: Pada akhir November, operasi gabungan di Sembawang dan Yishun berhasil menangkap 12 pria terkait narkoba. Lima orang lainnya diamankan karena memiliki vape dan tembakau tanpa asap.
  4. Razia Besar-besaran di Kawasan Hiburan: Awal Desember, operasi menyeluruh di area seperti Chinatown, Little India, Orchard Road, dan Robertson Quay menjaring 188 orang. Mereka diselidiki atas tuduhan prostitusi, perjudian, dan pelanggaran imigrasi. Satu pria berusia 25 tahun bahkan ditemukan memiliki vape yang diduga mengandung etomidate ("Kpod").

Tidak Hanya Pidana Umum, Pelanggaran Lalu Lintas Juga Ditindak

Operasi ini juga mencakup tindakan tegas terhadap pelanggaran di jalan raya. Dalam operasi tunggal pada 20-21 Desember, 14 pengendara ditahan, 10 di antaranya karena berkendara di bawah pengaruh alkohol. 

Baca juga: Ditangkap Kurang dari 24 Jam! Polisi Ungkap Pembunuhan Wanita di Kosan Lubuk Baja Batam

Sementara itu, operasi terhadap kendaraan car-sharing menemukan seorang pria berusia 23 tahun yang diduga menyetir tanpa SIM dan asuransi, serta menggunakan identitas palsu.

Secara keseluruhan, lebih dari 15.900 orang diperiksa selama periode operasi. Direktur Departemen Operasi SPF, Leon Chan, menyatakan bahwa operasi ini mencerminkan komitmen teguh pihaknya untuk menjaga keamanan Singapura, terutama di momen penting. 

Kolaborasi antar-lembaga, tegasnya, memberi pesan jelas bahwa hukum akan ditegakkan terhadap siapapun yang melanggarnya.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :