"Jaga Ayahku": Kata-kata Terakhir Pilot Sebelum Pesawat Air India Jatuh

"Jaga Ayahku": Kata-kata Terakhir Pilot Sebelum Pesawat Air India Jatuh

Pilot pesawat Air India 171.

Nurjali

Batam, Batamnews – Detail terbaru tentang kapten penerbangan Air India 171 muncul di tengah spekulasi penyebab tragedi yang menewaskan 260 orang. Kapten Sumeet Sabharwal disebut mengucapkan, "Aku akan segera kembali", sebelum berangkat kerja pada hari pesawat yang dia piloti jatuh.  

Penyelidikan kecelakaan pada 12 Juni lalu mengindikasikan bahwa saklar pengontrol aliran bahan bakar ke mesin pesawat dimatikan tak lama setelah lepas landas. 

Beberapa ahli yang meninjau laporan awal Aircraft Accident Investigation Bureau (AAIB) India meyakini saklar tersebut dipindahkan oleh salah satu pilot.  

Baca juga: Mahasiswa Ini Kehilangan Rp1 Miliar Akibat Judi Online – Bagaimana Cara Pulih?

Kapten Sabharwal menjadi sorotan karena kopilotnya, Clive Kunder, dianggap "sibuk" mengendalikan pesawat saat itu. Spekulasi pun muncul bahwa tragedi ini merupakan kasus "bunuh diri oleh pilot". 

Sky News melaporkan, saklar dimatikan pada "waktu yang tepat" untuk menyebabkan kecelakaan.  

Namun, laporan terbaru dari The Telegraph mengungkapkan kata-kata terakhir Sabharwal kepada penjaga keamanan di kompleks tempat tinggalnya tidak menunjukkan tanda-tanda akan terjadi musibah.  

"Tolong jaga ayahku. Aku akan segera kembali," ujarnya, menurut penjaga bernama Sunil Lokhande. "Dia tersenyum dan pergi. Tak ada kesan sedih sama sekali."

Teman-temannya juga mengungkapkan bahwa Sabharwal berencana pensiun dini untuk merawat ayahnya yang sudah tua. 

"Ayahnya sangat sepuh, dan dia ingin merawatnya sepenuh waktu," kata mantan rekan kerjanya, Neil Pais.  

Pais menggambarkan Sabharwal sebagai sosok yang rendah hati, selalu tersenyum, dan sangat profesional dalam pekerjaan. 

"Dia tak pernah meninggikan suara atau marah, tapi juga tak pernah mengabaikan keselamatan."  

Pesawat Boeing 787-8 Dreamliner yang terbang dari Ahmedabad ke London itu jatuh segera setelah lepas landas, menewaskan 241 penumpang dan 19 orang di darat. 

Laporan AAIB menemukan bahwa saklar pemutus bahan bakar kedua mesin berpindah posisi hampir bersamaan, menyebabkan mesin kehabisan bahan bakar.  

Baca juga: Vape Terkontaminasi 'Zombie Drug' Serang Sekolah Inggris, Siswa Alami Kejang dan Perubahan Kepribadian

Meski ada spekulasi kesalahan manusia, laporan itu juga menyebut kemungkinan malfungsi microchip. Namun, pejabat AS yang meninjau data black box mencurigai campur tangan pilot.  

Air India menegaskan penyelidikan masih berlangsung. CEO Campbell Wilson meminta staf tidak terpancing spekulasi media. Sementara itu, Indian Commercial Pilots Association mengecam keras narasi "bunuh diri pilot" yang dianggap tidak berdasar dan tidak etis.  

"Menyebut bunuh diri tanpa bukti adalah pelanggaran etika dan tidak menghormati korban," tegas mereka.  

Keluarga korban dan rekan-rekan Sabharwal masih menanti jawaban pasti di balik tragedi ini.  

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :