Warga Malaysia Meninggal di Pesawat Super Jet Usai Kejang-Kejang, Ini Kronologinya

Warga Malaysia Meninggal di Pesawat Super Jet Usai Kejang-Kejang, Ini Kronologinya

Tim Inafis Polresta Barelang saat melakukan olah TKP Didalam Pesawat Super Jet Air. Terlihat korban duduk dibangku 4 C. Foto : IST

Nurjali

Batam, Batamnews - Seorang warga Malaysia, Usop bin Jaya (52), meninggal dunia di dalam pesawat Super Jet Air nomor penerbangan JV 955 yang terbang dari Semarang menuju Batam. Korban, yang lahir pada 14 Oktober 1972, meninggal di kursi 4C setelah mengalami kejang-kejang sekitar 45 menit setelah pesawat lepas landas.  

Menurut berbagai sumber, korban menumpang pesawat bersama istrinya, Marpuah, dan anaknya, Putra Nur Usop. Mereka dalam perjalanan menuju Malaysia dengan transit di Batam sebelum melanjutkan penerbangan ke negara tersebut.  

Pesawat lepas landas dari Semarang sekitar pukul 14.00 WIB. Sekitar 45 menit setelah berada di udara, korban tiba-tiba mengalami kejang-kejang. 

Baca juga: 864 Reklame di Batam Dicabut Paksa, Siapkan Titik Baru dengan Vidiotron

Awak kabin segera memberikan pertolongan pertama, termasuk pemberian oksigen. Kebetulan, terdapat seorang perawat dan dokter di dalam pesawat yang turut membantu memberikan tindakan medis. Namun, upaya tersebut tidak berhasil, dan korban dinyatakan meninggal pada pukul 15.06 WIB.  

Jenazah korban kemudian dievakuasi oleh Tim Inafis Polresta Barelang, Polsek Bandara, dan pihak bandara menuju Rumah Sakit Bhayangkara untuk pemeriksaan lebih lanjut.  

Kapolsek Bandara Hang Nadim, Iptu Jessica, melalui Kanit Reskrim Aipda Ikhwan Nasution, membenarkan kejadian ini. Menurut keterangan istri korban, Usop beberapa hari terakhir sering mengeluhkan nyeri di dada. 

"Berdasarkan pengakuan istrinya, korban memang kerap merasakan sakit di dada belakangan ini," ujar Ikhwan.  

Baca juga: Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra Ajukan Pengesahan Identitas ke PN Batam, Sidang Digelar Besok

Ia menambahkan bahwa meskipun korban sempat mendapat pertolongan medis di pesawat, nyawanya tidak tertolong. Jenazah rencananya akan dibawa ke Malaysia, sementara istri korban masih mengurus dokumen-dokumen yang diperlukan.  

"Saat ini jenazah berada di Rumah Sakit Bhayangkara. Dugaan sementara, korban meninggal akibat kondisi sakit yang dideritanya," jelas Ikhwan.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :