Vape Terkontaminasi 'Zombie Drug' Serang Sekolah Inggris, Siswa Alami Kejang dan Perubahan Kepribadian
Ilustrasi vape.
Batam, Batamnews - Wilayah termiskin di Inggris kini dihadapkan pada krisis baru: pecandu sintetis yang tergeletak tak sadarkan diri di jalanan akibat zat berbahaya bernama Spice.
Namun, kini ancaman itu merambah ke sekolah-sekolah, dengan laporan siswa mengalami kejang, perubahan perilaku ekstrem, hingga hampir tewas setelah menggunakan vape terkontaminasi.
Polisi Wiltshire memperingatkan bahwa vape tercemar Spice—sejenis kanabinoid sintetis yang dijuluki "zombie drug"—sedang beredar di kalangan pelajar melalui platform seperti Snapchat.
"Saya mendesak orang tua untuk berbicara dengan anak-anak tentang bahaya vape terkontaminasi," seru PCSO Jon Akehurst, Selasa, 15 Juli 2025.
Baca juga: Polda Kepri Bongkar Jaringan Vape Beracun Internasional, Libatkan WNA Singapura dan Oknum Syahbandar
Spice awalnya dirancang meniru efek ganja, tetapi jauh lebih berbahaya. Efek sampingnya meliputi kejang, serangan jantung, kesulitan bernapas, hingga paranoia.
Di beberapa daerah seperti Middlesbrough, Yorkshire, dan Skotlandia, pelajar dilaporkan kolaps setelah menghisap vape yang diduga mengandung zat ini.
Studi mengejutkan dari Universitas Bath mengungkap bahwa 1 dari 6 vape yang disita dari pelajar di Inggris mengandung Spice. Bahkan, 1 dari 100 vape juga mengandung THC, komponen psikoaktif ganja.
Jon Akehurst menambahkan, reaksi terhadap Spice sangat bervariasi mulai dari Muntah-muntah, Perubahan perilaku drastis, Agresi yang tiba-tiba dan Kejang hingga risiko kematian.
"Ada kasus di mana siswa baik-baik saja sebelum makan siang, tapi tiba-tiba jadi agresif setelahnya," ujarnya.
Tragedi sudah terjadi Ash (14) dari South Shields kolaps setelah menghisap vape Spice dan mengalami 6 kali kejang. Ayahnya, Dan Griffiths (40), berkata: "Ini mengubah hidupnya selamanya."
Seorang remaja di Teesside nyaris tewas di sekolah dan Dua pelajar di Skotlandia dilarikan ke rumah sakit hanya setelah satu hisapan.
Profesor Pudney dari Universitas Bath memperingatkan: "Anak-anak mengira mereka membeli vape biasa, padahal itu berisi Spice. Beberapa hampir meninggal, dan kepala sekolah melaporkan siswa kolaps di lorong hingga dirawat intensif."
Baca juga: Singapura Larang Vape, Ini Alasan Tegas Pemerintah Singapura
Pemerintah Inggris telah melarang vape sekali pakai untuk mengurangi akses anak-anak. Polisi juga bekerja sama dengan universitas dan dewan lokal untuk menguji vape yang dicurigai tercemar.
"Buka dialog dengan anak-anak tentang risiko ini. Jika mereka paham, mereka bisa membuat pilihan lebih baik," kata Prof. Pudney.
Krisis zombie drug ini bukan lagi isu jauh—ia sudah ada di sekitar kita, mengancam generasi muda. Waspadalah.

Komentar Via Facebook :