Kronologi Lengkap Kasus Kekerasan di MTSN 1 Batam

Kronologi Lengkap Kasus Kekerasan di MTSN 1 Batam

Seorang siswa kelas 1 di MTSN 1 Batam, Vanza Prayoga Alfaros, dilaporkan mengalami pengeroyokan oleh sejumlah senior di jalur asrama sekolah tersebut pada Selasa, 22 April 2025.

Rhuuzi Wiranata

Batam, Batamnews – Kasus dugaan kekerasan terhadap Vanza Prayoga Alfaros, siswa MTSN 1 Batam, kembali mencuat setelah orang tua korban, Rosi Sepriyani, mengungkap kronologi penyiksaan anaknya yang terjadi di lingkungan sekolah. Kejadian ini telah menarik perhatian masyarakat dan saat ini ditangani oleh pihak kepolisian.

Mediasi 

Keluarga Vanza menilai pihak sekolah tidak memberikan penjelasan memadai saat ibu korban datang pada Kamis siang, 24 April 2025. Akibatnya, mereka mendesak adanya mediasi paksa yang dilaksanakan pada malam harinya pukul 20.30 WIB. Pertemuan itu dihadiri oleh kedua belah pihak keluarga, para saksi siswa kelas 9, ustadz asrama, dan pihak sekolah.

Dalam mediasi tersebut, terungkap kronologi yang telah dibenarkan oleh pelaku utama, korban, serta para saksi yang menyaksikan kejadian.

Awal Mula: Obrolan Santai yang Berujung Petaka

Senin, 21 April 2025
Di jam kosong pelajaran, Vanza dan temannya Hadad berbincang ringan di ruang kelas. Hadad menyinggung ayah dari seorang siswa bernama Jihan, adik Luqman—yang juga tinggal satu perumahan dengan Vanza.

Hadad bertanya, “Van, ko tau ga wajah bapaknya Jihan?” Vanza menjawab pernah melihat saat pawai lebaran. Hadad lalu bercanda, “Oh, berarti bapaknya Jihan MKKB (masa kecil kurang bahagia).”

Candaan ini memancing tawa teman sekelas, namun ternyata berdampak serius.

Selasa, 22 April 2025: Ancaman dan Eksekusi
Pagi hari Jihan marah kepada Vanza dan Hadad, menodongkan sapu sambil bertanya, “Ko berdua ngomong apa kemarin tentang bapakku?”

Vanza dan Hadad memilih diam. Jihan lalu menyampaikan bahwa orang tuanya telah memperingatkannya agar menjauhi Vanza karena dianggap "berbahaya".

Tangis Jihan memicu perhatian kakak kelas yang kemudian menyampaikan hal tersebut ke Luqman, kakak Jihan.

Pukul 14.45 WIB
Sepulang sekolah, Vanza dan Hadad dibawa ke kamar asrama oleh Said, siswa kelas 9. Di sana, mereka telah ditunggu oleh Luqman bersama 15 siswa lain.

Mereka adalah: Refan, Said, Adnan, Fatir, Nabil, Sabil, Farid, Munif, Najwan, Arif, Bima, Sazri, Zakwan, Fardan, dan Zikri. Pintu kamar dikunci dan dijaga ketat. Di sinilah aksi kekerasan terhadap Vanza terjadi.

Klarifikasi dari Pihak Sekolah
Kepala MTSN 1 Batam, Khairina, membenarkan bahwa insiden bermula dari ejekan antar siswa.

“Pada Selasa, 22 April, Luqman memukul dan menendang Vanza dan Hadad saat menjelang salat Ashar,” ujarnya.

Hadad mengalami memar ringan, sedangkan Vanza mengeluh sakit di bahu. Pada malam harinya, ia hanya dibawa untuk dipijat. 

Besoknya, baru pihak sekolah membawa Vanza ke Klinik Budi Kemuliaan Bengkong, dan hasil rontgen menunjukkan ada patah tulang di bagian bahu.

Ahli ortopedi dari RS Mayapada Jakarta, dr. Windi Martika, menyatakan bahwa Vanza dapat sembuh tanpa operasi dengan penanganan yang tepat.

Konflik Memanas dan Laporan Polisi

Khairina menyebut bahwa sempat terjadi keributan saat ayah Vanza datang ke sekolah dan berteriak mencari Luqman. Beberapa guru juga mengaku didatangi polisi berpakaian sipil untuk penyelidikan lebih lanjut.

Upaya damai sempat dilakukan kembali pada 26 April 2025, di mana pihak sekolah mengunjungi keluarga Vanza dan berdialog. Luqman telah meminta maaf dan berkomitmen bertanggung jawab.

Namun, Komisi Perlindungan Anak (KPA) Kota Batam juga turun tangan dan membuka ruang mediasi lebih lanjut.

Vanza Masih Belum Kembali ke Sekolah

Pihak sekolah telah dua kali mengirimkan surat pemanggilan kepada Vanza, namun belum mendapat respons. Padahal, siswa lain akan menghadapi ujian sumatif akhir semester pada 2 Juni 2025.

Sementara itu, Satreskrim Polresta Barelang juga telah menerima laporan. Kasatreskrim AKP Debby Tri Andrestian menyebut bahwa,

“Hasil penyelidikan menunjukkan kekerasan dilakukan oleh satu orang, bukan pengeroyokan.”
Luqman masih berstatus sebagai saksi dan penyelidikan terus berlanjut.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :